SEMUA PERIHAL CINTA

Barangkali memang benar kata orang Perancis bahwa jika engkau ingin cinta jangan pernah menikah. Ups! ini hanya prememori. Sungguh, saya tidak mengarah ke anjuran hidup lajang. Karena itu sama buruknya dengan saya menyarakankan anda berhenti hidup.


Begini, ketika saya mencoba mengatakan perihal cinta dalam kalimat pembuka diatas, saya ingin mengatakan bahwa cemburu adalah cinta. Cemburu karena cinta adalah perasaan takut kehilangan dan terabaikan. Lalu, kita pun lebih beruntung daripada orang-orang Perancis yang takut menikah karena takut kehilangan cinta. Toh, kita justru kebanyakan menemukan cinta dari pasangan yang cemburu ketika mungkin anak-anak sudah pada gede-gede. Argumentatif kah?

Memang. Cukup sulit mengatakan ini tips yang bisa mengatasi cemburu. Tips-tips yang bertaburan di beribu-ribu buku tentang perihal cemburu sudah sangat banyak dikemukakan para ahli dari berbagai disiplin, makanya saya tidak mencoba memberikan kesimpulan point sebagai tips. Tetapi demi judul opini ini, ya saya harus mencoba merekonstruksikannya meskipun dengan cara saya sendiri.

Cemburu pada titik tertentu adalah ornamen dari perasaan terancam. Karena adanya kualitas impuls yang intens oleh adanya pihak lain yang dekat dengan pasangan kita, responnya membentuk cemburu. Cemburu biasanya berisi marah karena emosional yang teracak. Karena marah, baik terungkap maupun tidak, reaksi fisik juga akan berubah. Dan seterusnya .....

Nah pada titik ini saya ingin berhenti. Reaksi fisik sungguh sangat nyata dan dapat dilihat. Jika laki-laki reaksi fisiknya adalah uring-uringan dan kadang sulit berterus terang. Sedang padapermpuan, yang banyak yang mengalihkan ke makan, tidur dan biasa jika terpaan lebih besar berujung pada marah dan menangis diteruskan oleh keinginan utuk bercerai.

Disini sangat penting. Reaksi emosional semcam ini, mau tidak mau harus diobati sesegera mungkin. Komunikasikan diri dan dan jangan coba-coba membela diri. Pembelaan tidak akan menghasilkan nilai akhir baik. Pembelaan akan menjeremuskan hubungan ke dalam egoisme dan ancaman fatalisnya adalah komunikasi akan sulit berlangsung.

Saya pernah suatu hari melihat pasangan yang koflik karena cemburu. Pada minggu pagi mereka bertengkar hebat dan berlangsung samapi malam senin. Ketika Senin pagi, sang istri telah bergayut di lengan suami mengantar sang suami ke garasi minta sun kening dan melambai. Apa yang terjadi?

Pada suatu kesempatan, saya nekat bertanya. Mas, apa rahasianya? Dia tersenyum, dan mengatakan oleskan saja rasa humor. Saya bingung. Humor bagaimana? Begini, katanya berujar. Ketika istriku marah, aku diam saja tidak merespon dalam pengertian ledakan amarahnya jangan dilampaui. Kata-kata keras dan makian adalah salurannya. Makian itu harus dibalas dengan tone yang sama. Ini penting untuk menjaga dia pada batas penyaluran yang harus tuntas. Ketika anda diam dan membiarkan, anda akan mencelakakannya. Ia bisa saja merasa benar, merasa berkuasa dan fatal lagi jika dia berkesimpulan anda bersalah dan katanya-katanya benar belaka. Amarah paling top berlangsung delapan jam. IA akan calling down pada jam ke sembilan. Catatannya, anda harus tetap ada pada koridor tidak ikut-ikut marah, begitu juga ogah-ogahan. Anda harus serius selayak anda bermain skate board.

Nah, tatkala calling down terjadi. Masukkan pesan anda dengan rileks sedikit melankolis misalnya dengan mengucapkan wajar kamu cemburu jika kamu beranggapan demikian. Atau kalimat mana saja yang menunjukkan perdamaian dan menunjukkan kadar pengertian. Selanjutnya anda mengargumenkan pikiran anda dengan apologis yang membebaskan anda dari tudingan yang menimbulkan kecemburuannya misalnya dengan, saya mau selingkuh (misalnya) asal dengan britney spears. Kalimat ini menunjukkan bahw anda juga punya pilihan dan bukan asalan. Dan seterusnya.

TIpe kecemburuan sungguh banyak, tetapi lebih kebanyakan karena orang ketiga. Dalam hal ini, tempatkan orang ketiga tersebut dalam posisi wajar, dan bukan type ancaman bagi dia. Dengan demikian, anda telah cukup memberikan arah pada keacakan emosionalnya. Penetrasi penormalan dapat terus dilangsungkan dengan belaian, bercerita tentang hal-hal lucu dan mempermaklumkan bahwa sebenarnya anda ingin melucu tetapi selalu gagal. Karena itu minta maaflah karena karena tidak bisa melucu sekaligus minta maaf atas kata-kata keras tadi siang. Begitu katanya

Aku melongo, dan ia berlalu kelapangan tennis lagi. Aku pun pulang kerumah dengan mencoba melucu tetapi istriku tidak tertawa, tentu karena leluconku tidak lucu. Maka aku mnta maaf karena aku tidak bisa melucu padahal aku ingin melucu untuk dia. Mendengar permintaan maafku, istriku malah tertawa. Jadi oleskan saja humor sering-sering, meskipun istri belum cemburu. Barangkali ini bisa jadi formula?
loading...
loading...

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "SEMUA PERIHAL CINTA"

Post a Comment

Pembaca yang Bijak adalah Pembaca yang selalu Meninggalkan Komentarnya Setiap Kali Membaca Artikel. Diharapkan Komentarnya Yah.....