Batu Permata Indonesia


 Batu Permata Indonesia ( Indonesian Gemstone ). Perhiasan dan Batu Permata tidak dapat dipisahkan antara satu sama lain, karena kedunya saling melengkapi. Sekarang, batu permata tidak hanya disukai oleh wanita, namun banyak juga kaum pria yang mencari batu permata yang akan digunakan sebagai aksesoris atau perhiasan. Bahkan, beberapa batu permata juga diyakini memiliki kekuatan gaib sebagai pembawa keberuntungan dan penangkal kesialan. Selain sebagai perhiasan, batu permata juga memiliki nilai ekonomis yang tinggi, tidak hanya para penambang, tetapi juga para pedagang dan desainer serta kolektor saling berlomba untuk memperoleh keuntungan dari batu permata yang sedang booming sekarang ini. Harga dan nilai jual dari batu permata ini cenderung terus meningkat dari tahun ketahun apalagi ditambah dengan naiknya permintaan terhadap batu permata ini. 

permata gemstone
 
Berdasarkan data dari Kementerian perdagangan Republik Indonesia, pada tahun 2004 terdapat sekitar 14.049 produsen batu permata yang ada di Indonesia. Mereka mempekerjakan sekitar 38.004 pekerja dan menghasilkan Rp 1,102.5 miliar dari produk batu permata tersebut. Dari Ekspor batu permata tersebut diperoleh penghasilan sebesar USD 8,85 juta pada tahun 2004 dan pada tahun 2009, telah melebihi 10 juta US Dolar.
Di Indonesia terdapat lebih dari 40 jenis batu permata yang populer dan banyak diantaranya termasuk dalam kategori batu permata langka. Batu-batu tersebut merupakan hadiah alam yang menjadi kekayaan tanah air Indonesia. Batu permata yang ditemukan di Indonesia terdiri dari dua kelompok utama yaitu batu mulia dan batu mulia semi.

Batu Mulia
Berlian, Ruby, Safir, Zamrud, dan Opal termasuk kedalam kategori batu mulia. Kembali ke zaman Yunani kuno sampai dengan penemuan batu kecubung massal di Brasil pada abad ke-19, batu amethyst juga dianggap sebagai salah satu batu mulia. Pada abad terakhir, batu jenis tertentu seperti aquamarine, peridot dan mata kucing menjadi semakin populer dan oleh sebab itu juga dianggap sebagai batu berharga. Indonesia sangat kaya akan sumber daya alam, termasuk batu mulia. Di antara batu mulia yang terdapat di Indonesia adalah berlian. Berlian ditemukan dalam jumlah yang besar di Propinsi Kalimantan Selatan khususnya di Kabupaten Banjar dengan Ibu Kota Martapura yang terkenal dengan sebutan kota Intan. Batu intan ini sudah ditambang sejak abad ke-16. Selain inta, Amethyst dan opal juga ditemukan di berbagai tempat  di Indonesia.

Batu Semi Mulia (Batu Akik)
Salah satu sumber daya terbesar yang dimiliki oleh Indoneisa adalah batu semi mulia. Batu semi mulia ini dapat ditemukan hampir pada setiap provinsi yang ada di Indonesia, dari Nangroe Aceh Darussalam di barat sampai dengan ke Papua di timur. Variasi jenis dan keindahan dari batu semi mulia ini tidak kalah bersaing dengan batu permata dari negara-negara lain di dunia. Hal inilah yang menjadi inspirasi bagi Kantor Pos Indonesia untuk melestarikan 24 batu permata Indonesia dengan cara membuat prangko dengan tema batu mulia yang dikeluarkan setiap tahun dari tahun 1997 sampai dengan tahun 2001.
Adapun Batu-batu semi mulia dan kuarsa yang ditemukan di Indonesia sangat bervariasi, diantaranya adalah sebagai berikut:
batu akik
 
Karakteristik
Untuk membedakan jenis dan kualitas batu permata yang satu dengan yang batu permata yang lain, diperlukan pemeriksaan dan uji laboratorium dengan maksud mengetahui karakteristik dari setiap batu. Adapun untuk membedakan karakterisktik setiap batu yaitu dengan mengukur hal-hal sebagai berikut:

1. Tingkat Kekerasan
Mineral A hanya dapat tergores oleh zat keras. Kekerasan batu permata adalah ketahanan terhadap goresan dan dapat dijelaskan secara relatif untuk skala standar 10 mineral yang dikenal sebagai skala Mohs. Skala Mohs dimulai dengan urutan pada angka 1 sebagai tingkat kekerasan yang paling lembut dan berakhir dengan berlian di angka 10 yang mempunyai tingkat kekerasan yang paling tinggi. Metode ini juga berguna untuk grading batu permata lainnya untuk membedakan apakah mereka batu mulia, batu semi mulia, asli atau palsu.
mohs scale
 
2. Gaya berat
Gaya Berat adalah rasio kepadatan batu permata dengan kepadatan air. Secara umum tidak ada sistem penilaian yang spesifik untuk mengklasifikasikan setiap batu permata dengan metode ini selain warna putih (tidak berwarna) berlian. Namun, untuk memberikan beberapa klasifikasi batu permata, di bawah ini adalah contoh dari Batu permata dengan Klasifikasi batu mulia dan semi mulia yang berasal dari Indonesia. Gaya berat dan beberapa pengukuran sederhana lainnya dapat digunakan untuk memperkirakan berat dari sebuah batu. Indeks refraksi menunjukkan jumlah dimana cahaya dibiaskan yang merupakan fitur penting dari setiap batu permata. Untuk mengukur karakteristik dari batu permata, instrumen khusus yang diperlukan yaitu seperti refraktometer, dichroscope, mikroskop dan lain-lain.

4. Warna
Batu permata terdiri dari bahan alami dan identik dengan warna. Batu permata sering kali dinamai dengan warna yang dimilikinya. Misalnya, ruby ​​merah, zamrud hijau, safir biru, giok hijau, berlian putih (tidak berwarna) dan lain-lain. Tapi dunia batu permata saat ini memiliki banyak sekali pilihan corak dan warna. Untuk tahu persis apakah batu permata itu asli atau tidak, maka diperlukan kehati-hatian dan ketelitian dalam mengamati corak dan warna sebuah batu permata. Kilauan dan pancaran warna dari batu permata yang asli berbeda dengan yang palsu, walaupun sering hal tersebut tidak bisa dilihat secara kasat mata dan hanya dapat dilihat dengan menggunakan alat bantu seperti senter.

5. Karakteristik lainnya
Batu permata memiliki karakteristik lain seperti refraksi, pleoclorism, mineral khusus dan lain-lain. Kita hanya bisa mengetahui karakteristik ini dengan melakukan uji secara mendalam dengan instrumen khusus seperti refraksi meter, dichroscope, mikroskop dll
loading...

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Batu Permata Indonesia "

Post a Comment

Pembaca yang Bijak adalah Pembaca yang selalu Meninggalkan Komentarnya Setiap Kali Membaca Artikel. Diharapkan Komentarnya Yah.....