Senyum Kepedihan

bias senyum

terselip diantara dua bibir yang tidak lagi merah

senyuman tipis, berjalan diantara keheningan

senyuman sejuta arti yang masih dapat dicerna

dengan sejuta kepalsuan dan alasan

bias senyum terselip diantara amarah

memendam sendiri

penuh kenangan

tak kan pernah bisa dimaknai


bias senyum itu

masih terlihat dimata

terekam dalam otakku yang masih bisa membaca

terpatri dalam hatiku yang belum membatu


bias senyum kepedihan

senyum yang penuh kemarahan tanpa berani dikeluarkan

senyum tak mengembang, layu dalam perjalanan

menghias indahnya bibir yang tak lagi merah

menambah kepedihan

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Senyum Kepedihan"

Post a Comment

Pembaca yang Bijak adalah Pembaca yang selalu Meninggalkan Komentarnya Setiap Kali Membaca Artikel. Diharapkan Komentarnya Yah.....