Seks bebas

Seks bebas adalah hubungan antara dua orang dengan jenis kelamin yang berbeda dimana terjadi hubungan seksual tanpa adanya ikatan pernikaha. Seks bebas dapat diartikan sebagai pola perilaku seks yang bebas dan tanpa batasan, baik dalam tingkah laku seksnya maupun dengan siapa hubungan seksual itu dilakukan, lebih lanjut dikatakan bahwa perilaku seks bebas dilatarbelakangi oleh beberapa hal seperti:

Seks Bebas

1) kurangnya pemahaman nilai-nilai agama,
2) belum adanya pendidikan seks secara formal disekolah,
3) pengaruh teman, internet dan lingkungan,
4) penyebaran gambar dan VCD porno melalui berbagai media,
5) penggunaan NAPZA.

Seks bebas dalam dimensi agama merupakan suatu larangan karena tidak sesuai dengan ajaran agama dan norma-norma yang ada dimasyarakat. Karena dalam keadaan apapun, seseorang yang taat beragama, selalu dapat menempatkan diri dan mengendalikan diri agar tidak berbuat hal-hal yang bertentangan dengan ajaran agama, dan selalu ingat terhadap Tuhan, maka seseorang tak akan melakukan hubungan seksual dengan pasangannya, sebelum menikah secara resmi. Sebaliknya, bagi individu yang rapuh imannya, cenderung mudah melakukan pelanggaran terhadap ajaran-ajaran agamanya.

Bentuk-bentuk seks bebas
Seks bebas pada remaja dapat dilakukan dengan berbagai bentuk. Bentuk perilaku seks bebas antara lain:
1) Kissing, berciuman berupa pertemuan bibir dengan bibir pada pasangan lawan jenis yang didorong oleh hasrat seksual.
2) necking, bercumbu tidak sampai pada menempelkan alat kelamin, biasanya dilakukan dengan berpelukan, memegang payudara, atau melakukan oral seks pada alat kelamin tetapi belum bersenggama.
3) petting, upaya membangkitkan dorongan seksual dengan cara bercumbu sampai menempelkan alat kelamin, dan menggesek-gesekkan alat kelamin dengan pasangan namun belum bersenggama.
4) sexual intercourse, terjadi kontak melakukan hubungan kelamin atau persetubuhan.

Faktor yang mendorong seks bebas
Perilaku seks bebas dapat didorong oleh beberapa faktor. Perilaku seks yang dilakukan oleh remaja dapat disebabkan karena adanya faktor yang mendorong untuk melakukan tindakan tersebut. Soetjiningsih, menjelaskan bahwa hubungan seksual pada masa remaja awal dipengaruhi oleh beberapa faktor, yaitu:
1) Waktu/ saat mengalami pubertas,
2) Kontrol sosial kurang tepat (terlalu ketat atau terlalu longgar), kurangnya kontrol dari orang tua, remaja tidak tahu batasbatas mana yang boleh dan mana yang tidak boleh,
3) Frekuensi pertemuan dengan pacarnya, hubungan antar mereka semakin romantis, adanya keinginan untuk menunjukkan cinta pada pacarnya, penerimaan aktifitas seksual pacarnya.
4) Status ekonomi, kondisi keluarga yang tidak memungkinkan untuk mendidik anak-anak untuk memasuki masa remaja dengan baik,
5) Korban pelecehan seksual,
6) Tekanan dari teman sebaya, penggunaan obat-obat terlarang dan alcohol, merasa sudah saatnya untuk melakukan aktivitas seksual sebab sudah merasa matang secara fisik,
7) Sekedar menunjukkan kegagahan dan kemampuan fisiknya,
8) Terjadi peningkatan rangsangan seksual akibat peningkatan kadar hormone reproduksi atau seksual.

Faktor lain yang dapat mempengaruhi seorang remaja melakukan seks bebas karena didorong oleh rasa ingin tahu yang besar untuk mencoba segala hal yang belum diketahui. Ini merupakan ciri-ciri remaja pada umumnya. Remaja ingin mengetahui banyak hal yang hanya dapat dipuaskan serta diwujudkannya melalui pengalaman mereka sendiri. (Smith & Anderson dalam Dhamayanti) menjelaskan bahwa munculnya dorongan seksual terjadi pada masa remaja pertengahan. Dikatakan lebih lanjut bahwa munculnya dorongan seksual tersebut disebabkan akibat adanya pengaruh dari media seperti menonton film porno, melihat gambar porno, mendengar cerita porno, juga dikarenakan sering berduaan di tempat sepi, berkhayal tentang seksual, menggunakan zat perangsang atau napza.

Seks Bebas di Indonesia

Dampak seks bebas
Seks bebas dikalangan remaja dapat menimbulkan berbagai dampak yang buruk bagi masa depan dan perkembangan remaja. Bahaya free sex mencakup bahaya bagi perkembangan mental (psikis), fisik dan masa depan remaja itu sendiri. Dampak dari bahaya seks bebas tersebut diantaranya:
a) Menciptakan kenangan buruk bagi remaja yang melakukannya dikarenakan hujatan dari masyarakat yang akan berdampak bukan saja pada remaja itu sendiri akan tetapi keluarga juga ikut menanggung aib dari hasil perbuatan tersebut dan menjadi beban mental yang sangat berat bagi keluarga,
b) Kehamilan yang tidak diharapkan, kehamilan yang terjadi akibat seks pranikah bukan saja mendatangkan malapetaka bagi bayi yang dikandungnya juga menjadi beban mental yang sangat berat bagi ibunya mengigat kandungan tidak bisa di sembunyikan, dan dalam keadaan kalut seperti ini biasanya terjadi depresi, terlebih lagi jika sang pacar pergi tanpa rasa tanggungjawab,
c) Pengguguran kandungan dan pembunuhan bayi,
d) Penyebaran penyakit terutama penyakit menular seksual (PMS).

Berkembangnya penyakit menular seksual di kalangan remaja, dengan frekuensi penderita penyakit menular seksual (PMS) yang tertinggi antara usia 15-24 tahun. Infeksi penyakit menular seksual dapat menyebabkan kemandulan dan rasa sakit kronis serta meningkatkan risiko terkena PMS, HIV dan AIDS. Hubungan seks pranikah dapat mengakibatkan penularan PMS dan HIV-AIDS, kehamilan di luar nikah dan aborsi tidak aman. Penderita HIVAIDS dilaporkan Depkes pada September 2000 sebagian besar berusia di bawah 20 tahun yang tertular melalui hubungan seks tidak aman dan penggunaan jarum suntik terinfeksi bergantian. 
Penelitian yang dilakukan LD-FEUI melaporkan bahwa 50,3% remaja laki-laki dan 57,7% remaja perempuan mengetahui bahwa kehamilan dapat terjadi meskipun hanya satu kali melakukan hubungan seksual. Terlihat masih kurangnya pengetahuan remaja mengenai kesehatan reproduksi yang meningkatkan resiko terjadinya kehamilan tak diinginkan yang mengarah pada aborsi.
loading...

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Seks bebas"

Post a Comment

Pembaca yang Bijak adalah Pembaca yang selalu Meninggalkan Komentarnya Setiap Kali Membaca Artikel. Diharapkan Komentarnya Yah.....