Tinjauan Medis tentang Keperawanan


 Tinjauan Medis atas Virginitas dalam Sebuah Pernikahan. Perkawinan merupakan peristiwa yang sangat sakral dalam kehidupan masyarakat Indonesia yang masih tetap menjunjung tinggi nilai adat dan agama yang beraneka ragam. Situasi demikian makin membangun keluarga yang aman, damai, sejahtera, bahagia, sehingga pertumbuhan dan perkembangan generasi penerus yang berkualitas sumber daya manusia yang andal, untuk mampu berkompetisi di antara bangsa di dunia.

jilbab seksi
Isu keperawanan menjadi salah satu isu yang cukup intens dibicarakan di era global ini. Terutama karena nilai tentang keperawanan selama ini telah dilekatkan pada nilai kesucian seorang perempuan dan menjadi standar moralitas perempuan. Utuhnya selaput dara atau hymen dijadikan pertanda belum pernah terjadi kegiatan senggama pada seorang perempuan.
Secara selintas definisi tradisional mengenai perawan kelihatannya sudah jelas, sobek atau tidaknya selaput dara seorang wanita baik karena berhubungan seks maupun karena sesuatu hal mungkin akibat kecelakaan, jatuh terduduk, kegiatan melompat, atau berkuda. Meskipun definisi ini kelihatannya biasa-biasa saja, ternyata juga masih sangat menekankan pada aspek fisik atau medis. Seorang yang selaput daranya masih utuh dianggap masih perawan. Padahal sebenarnya masih ada banyak hal penting yang tercakup dalam virginitas daripada sekedar sobeknya selaput dara, baik secara kerohanian, fisik, emosional maupun intelektual.
Melihat hal di atas, tentu saja barometer keperawanan ini hanya berlaku untuk perempuan. Laki-laki jadi punya standar sendiri. Sepertinya keperawanan dianggap sangat penting dan serius bagi wanita, sedangkan keperjakaan laki-laki dianggap biasa saja. Kata virgin/perawan yang berarti kemurnian dan kesucian harusnya tidak mengenal perbedaan gender (jenis kelamin), tetapi nyatanya dianggap lebih dan menjadi persoalan bagi wanita daripada pria. Hal ini memang terlihat ganjil. Karena itu kita perlu terus mengkaji mengapa kondisi selaput dara wanita dianggap sangat vital, dianggap sebagai alat bukti untuk menunjukkan apakah ia pernah berhubungan seks dengan pria. Seorang wanita yang selaput daranya sobek atau rusak dipandang barang yang kurang berharga.
Begitu juga dengan Dr. Boyke Dian Nugraha menyatakan bahwa keperawanan wanita ditentukan oleh utuhnya selaput dara miliknya. Selaput dara yang letaknya sekitar 2-3 cm dari depan vagina, hanya akan robek jika ada benda yang masuk dan merobeknya. Salah satu dan yang paling sering ialah hubungan seks, bisa juga karena olah raga atau onani dengan memasukkan jari. Jadi, untuk menentukan utuh tidaknya selaput dara adalah dengan pemeriksaan dokter kandungan, secara khusus dan cermat.
Para seksolog menyebut ciuman dan percumbuan sebagai pemanasan. Ciuman, sentuhan, dan pelukan merupakan persiapan sebelum terjadinya hubungan intim. Ketiganya tidak bisa dipindahkan dari keseluruhan proses hubungan seksual. Akhirnya, berdasarkan hal-hal yang penulis sudah paparkan di atas, maka definisi virginitas yang lebih baik untuk seorang perawan adalah seseorang yang belum pernah melakukan hubungan seks, seorang yang belum pernah melakukan anal ataupun oral seks, dan seseorang yang belum pernah melakukan perangsangan yang dapat menimbulkan orgasme atau bertujuan mencapai orgasme (ejakulasi) bagi dirinya sendiri maupun bagi orang lain.

tante binal
Dengan kata lain, keperawanan bukanlah sesuatu yang dapat hilang karena dapat diambil tetapi sesuatu yang dapat hilang karena dibagi dengan orang lain dan juga mereka tidak mengalami perasaan-perasaan nikmat yang menyertai pembagian tubuhnya dengan orang lain. Dalam definisi ini, setiap tindakan seks berupa perangsangan dengan tujuan orgasme atau ejakulasi bagi dirinya sendiri atau bagi orang lain dapat dihitung sebagai hubungan seks. Tidak peduli apakah tindakan di atas bersifat heteroseksual atau homoseksual, bila seseorang berbagi tubuh dengan orang lain, atau jika seseorang memberikan kenikmatan kepada orang lain atau dirinya sendiri yang dapat menimbulkan orgasme (ejakulasi) atau bertujuan untuk mencapai orgasme (ejakulasi), maka orang itu telah melakukan hubungan seks.
Bagi wanita, seksualitas lebih ditujukan untuk merasakan keintiman dan kedekatan hubungan. Pada umumnya wanita membuka diri untuk hubungan seks jika merasa dicintai, disayangi, dan ada kedekatan hubungan. Hal itu sering disalahgunakan oleh pria dengan menuntut hubungan seks sebagai bukti cinta atau mengancam akan meninggalkan jika ia menolak. Sering kali wanita menyerah karena takut kehilangan hubungan. Kendati dirinya sesungguhnya tidak terangsang melakukannya.
Berdasarkan artikel mengenai penyalahgunaan virginitas, maka dapat disimpulkan bahwa tindakan melakukan hubungan seks atau perangsangan yang dapat menimbulkan orgasme atau bertujuan mencapai orgasme bagi diri sendiri maupun bagi orang lain. Tidak peduli apakah tindakan di atas dilakukan seorang diri atau dengan pasangan dan bersifat heteroseksual atau homoseksual. Bila seseorang berbagi tubuh dengan orang lain, atau jika seseorang memberikan kenikmatan kepada orang lain dan dirinya sendiri yang dapat menimbulkan orgasme atau bertujuan untuk mencapai orgasme, maka orang tersebut telah kehilangan keperawanan/keperjakaannya.
Sekiranya semasa lajang pernah mengalami pendarahan yang keluar dari vagina, ada baiknya memeriksakan diri ke dokter. Jika benar sudah terjadi pencederaan pada selaput dara, ada perlunya meminta Visum et Repertum ihwal kondisi selaput dara supaya tidak muncul masalah menjelang perkawinan nantinya, atau pemeriksaan tersebut dilakukan untuk membuktikan bahwa adanya cedera pada selaput dara akibat kecelakaan bukan persetubuhan, yaitu yang diakibatkan karena adanya hubungan kelamin dalam perkosaan yang sering dikaitkan dengan masuknya penis ke vagina (dengan pelukaan selaput dara). Maka dengan adanya bukti itu tidak bisa menuduh, wanita tersebut sudah tidak perawan, sekalipun pada malam pertama sudah tidak lagi berdarah.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Tinjauan Medis tentang Keperawanan"

Post a Comment

Pembaca yang Bijak adalah Pembaca yang selalu Meninggalkan Komentarnya Setiap Kali Membaca Artikel. Diharapkan Komentarnya Yah.....