EMPAT KUNCI RUMAH TANGGA HARMONIS


Ketika kita berniat untuk mengakhiri status lajang yang selama ini melekat dengan seorang wanita idaman hati, kita pasti berniat dan selalu berharap jika kita sudah menikah nantinya rumah tangga kita akan selalu harmonis dan langgeng sampai hari tua. Bahkan harapan kita, tidak akan terpisah lagi dengan pasangan, kecuali maut yang memisahkan. Akan tetapi tahukah anda bahwa mengarungi bahtera rumah tangga itu tidak semudah dan segampang apa yang kita harapkan dan kita bayangkan pada saat sebelum kita menikah? Pada saat mengarungi bahtera rumah tangga, pasti banyak ombak yang menghadang, terkadang ombak tersebut besar da terkadang ombak tersebut kecil dan yang pastinya sering kali akan membuat bahtera rumah tangga akan sedikit oleng dan bahkan akan terbalik dan hancur. Nah disini saya akan berbagi tentang Empat Kunci Rumah Tangga Harmonis semoga bermanfaat:
Rumah TAngga Harmonis

1. Jangan melihat ke belakang
Jangan pernah mengungkit-ungkit alasan saat awal menikah. “Kenapa saya waktu itu mau nerima aja, ya? Kenapa nggak saya tolak?” Buang jauh-jauh lintasan pikiran ini.
Langkah itu sama sekali tidak akan menghasilkan perubahan. Justru, akan menyeret ketidakharmonisan yang bermula dari masalah sepele menjadi pelik dan kusut. Jika rasa penyesalan berlarut, tidak tertutup kemungkinan ketidakharmonisan berujung pada perceraian.
Karena itu, hadapilah kenyataan yang saat ini kita hadapi. Inilah masalah kita. Jangan lari dari masalah dengan melihat ke belakang. Atau, membayangkan sosok lain di luar pasangan kita. Hal ini akan membuka pintu setan sehingga kian meracuni pikiran kita.

2. Berpikir objektif
Kadang, konflik bisa menyeret hal lain yang sebetulnya tidak terlibat. Ini terjadi karena konflik disikapi dengan emosional. Apalagi sudah melibatkan pihak ketiga yang mengetahui masalah internal rumah tangga tidak secara utuh.
Jadi, cobalah lokalisir masalah pada pagarnya. Lebih bagus lagi jika dalam memetakan masalah ini dilakukan dengan kerjasama dua belah pihak yang bersengketa. Tentu akan ada inti masalah yang perlu dibenahi.
Misalnya, masalah kurang penghasilan dari pihak suami. Jangan disikapi emosional sehingga menyeret masalah lain. Misalnya, suami yang tidak becus mencari duit atau suami dituduh sebagai pemalas. Kalau ini terjadi, reaksi balik pun terjadi. Suami akan berteriak bahwa si isteri bawel, materialistis, dan kurang pengertian.
Padahal kalau mau objektif, masalah kurang penghasilan bisa disiasati dengan kerjasama semua pihak dalam rumah tangga. Tidak tertutup kemungkinan, isteri pun ikut mencari penghasilan, bahkan bisa sekaligus melatih kemandirian anak-anak.

3. Lihat kelebihan pasangan, jangan sebaliknya
Untuk menumbuhkan rasa optimistis, lihatlah kelebihan pasangan kita. Jangan sebaliknya, mengungkit-ungkit kekurangan yang dimiliki. Imajinasi dari sebuah benda, bergantung pada bagaimana kita meletakkan sudut pandangnya.
Mungkin secara materi dan fisik, pasangan kita mempunyai banyak kekurangan. Rasanya sulit sekali mencari kelebihannya. Tapi, di sinilah uniknya berumah tangga. Bagaimana mungkin sebuah pasangan suami isteri yang tidak saling cinta bisa punya anak lebih dari satu.
Berarti, ada satu atau dua kelebihan yang kita sembunyikan dari pasangan kita. Paling tidak, niat ikhlas dia dalam mendampingi kita sudah merupakan kelebihan yang tiada tara. Nah, dari situlah kita memandang. Sambil jalan, segala kekurangan pasangan kita itu dilengkapi dengan kelebihan yang kita miliki. Bukan malah menjatuhkan atau melemahkan semangat untuk berubah.

4. Sertakan sakralitas berumah tangga
Salah satu pijakan yang paling utama seorang rela berumah tangga adalah karena adanya ketaatan pada Allah. Padahal, kalau menurut hitung-hitungan materi, berumah tangga itu melelahkan.
Ketika masalah nyaris tidak menemui ujung pangkalnya, kembalikanlah itu kepada Allah swt. Pasangkan rasa baik sangka kepada Allah swt. Tataplah hikmah di balik semua masalah yang terjadi. Jangan bosan dengan doa.

Demikian empat hal yang mungkin bisa dijadikan kunci untuk mencapai rumah tangga yang harmonis. Semoga bermanfaat.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "EMPAT KUNCI RUMAH TANGGA HARMONIS"

Post a Comment

Pembaca yang Bijak adalah Pembaca yang selalu Meninggalkan Komentarnya Setiap Kali Membaca Artikel. Diharapkan Komentarnya Yah.....