Singa ditakuti karena diam


Ketika buka Facebook, saya tertegun ketika di kronologi saya ada yang membagikan kata-kata “Singaditakuti karena diam sedangkan anjing dijadikan mainan karena ia menggonggong”. Sebuah peribahasa yang sangat indah dan penuh makna sebagai bahan untuk menjalani kehidupan. 
Singa ditakuti karena diam

Singa adalah adalah raja hutan yang sangat ditakuti, baik itu kawan maupun oleh lawan. Bagi sesama hewan yang hidup didalam hutan, singa merupakan sosok yang tidak banyak bersuara, namun sangat ditakuti. Singa sangat jarang mengeluarkan suara, namun ketika mengaum, maka seluruh penghuni hutan akan ketakutan. Singa bukan hanya ditakuti oleh penghuni hutan namun juga ditakuti oleh manusia. Coba bayangkan ketika kita berjalan ditengah hutan terus melihat singa, saya yakin anda pasti lari menghindar. Jangankan bertemu langsung, mungkin ketika mendengar aumannya saja kita langsung mencari jalan agar tidak bertemu dengan singa tersebut. Sangat berbeda dengan anjing yang selalu bersuara dan bahkan mungkin terlalu banyak mengeluarkan suara dengan gonggongannya. Anjing tidak ditakuti oleh penghuni hutan walaupun suaranya selalu terdengar hampir setiap hari.
Dalam kehidupan sehari-hari, kita pasti menemukan orang atau mungkin keluarga, sahabat atau lainnya yang mempunyai dua sifat diatas. Kadang kita menemukan teman yang pendiam namun memiliki wibawa dan ditakuti oleh orang lain, namun sering juga kita menemukan teman yang sering kerkoar-koar dan banyak bicara sehingga akhirnya dicap sebagai pembual. Jika anda sering melihat film-film action, maka anda akan mengetahui bahwa seorang jagoan sangat jarang yang banyak bicara, seorang jagoan yang ditakuti oleh musuh adalah yang sifatnya pendiam, tidak banyak bicara namun lebih banyak aksinya dalam membunuh penjahat. Dan selain jagoan dalam film, mungkin kita dapat melihat juga figure seorang musuh (dalam film) yang sangat ditakuti oleh jagoan adalah figure yang pendiam namun pembunuh berdarah dingin. Didunia nyata, banyak kasus pembunuhan dimana pelaku pembunuhan tersebut orang lain tidak akan menyangka bahwa dia sanggup untuk membunuh seseorang, karena dia adalah orang yang pendiam dan tidak suka banyak bicara.
Singa ditakuti karena diam
 Anjing yang terlalu banyak menggonggong juga ditemukan dalam sebuah peribahasa lain yaitu : anjing menggonggong kafilah tetap berlalu. Secara harfiah, anjing yang menggonggong tidak akan menggigit orang yang lewat sehingga tidak perlu ditakuti. Secara filosofi, dalam mencapai sebuah tujuan, pasti ada banyak orang lain yang mengomentari dan mungkin menghujat, namun selama tujuan yang hendak kita capai tersebut adalah sebuah kebaikan, maka hujatan dan komentar miring tersebut bukan sebuah hambatan.
Berikut pembahasan tentang sifat diam dan sifat banyak omong.

1.  Sikap Diam

Adalah sikap yang susah ditebak, karena kita tidak tahu apa yang difikirkan, direncanakan dan apa yang akan dilakukan. Sikap ini sangat misterius dan memerlukan jiwa yang sabar dan penuh kehati hatian terhadap masalah, sikap ini akan menganalisa dampak dan akibat yang akan diterima jika membuat suatu reaksi terhadap masalah, diam dan penuh kehati hatian membuat lawan akan berfikir untuk menyerang karena takut menjadi bumerang bagi dirinya maupun kelompok. Bukankah diam itu emas? Orang pendiam akan kelihatan kharisma dan disegani kawan maupun lawan , tetapi bukan bermakna tidak ada solusi dan berdiam diri , tetapi diam dan tenang dan menganalisa dan kemudian baru bertindak. Dan sebaik baik diam adalah diam dan bertindak, bukan diam tapi tidak bereaksi dan punya solusi, ibarat singa berburu, diam diam dan menyergap .

2. Banyak Omong

Adalah sikap yang bermakna negatif yang cenderung mengedepankan emosi dan arogan, senggol sedikit lansung ngoceh tak karuan, sikap ini yang seperti akan menjadi permainan dan bulan bulanan orang lain, selalu jadi bahan cemo'ohan dan pada akhirnya ditinggalkan bak kata pepatah "tong kosong nyaring bunyinya”. Orang yg bersikap demikian cendrung akan kelihatan arah dan maksud yang diomongi mengakibatkan orang lain akan mencemo'oh dan mempermainkan dirinya, semakin di pancing akan semakin emosional dan ngoceh sepuas hati, si pendengar bukannya takut malah memancing terus, dan pada akhirnya apa yg ada dibenaknya terbongkar semua karena terbawa sikap emosional tadi.

Kawan, semoga kita bisa menjadi seekor singa yag pendiam namun ditakuti oleh musuh dan disegani sahabat, dan jangan kita menjadi seekor anjing yang hanya bisa menggongong namun tidak bisa menggigit musuh. Semoga bermanfaat.
loading...
loading...

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Singa ditakuti karena diam "

Post a Comment

Pembaca yang Bijak adalah Pembaca yang selalu Meninggalkan Komentarnya Setiap Kali Membaca Artikel. Diharapkan Komentarnya Yah.....