Hebat, Ternyata Indonesia Menempati Urutan Kedua di Dunia dalam hal Keoptimisan Hidup

Ada ungkapan yang terkenal: "seorang pesimis melihat kesulitan disetiap peluang yang ada; sedangkan seorang yg optimis bisa menangkap peluang disetiap kesulitan." Artinya seorang yang optimis akan mendapatkan peluang yang lebih besar untuk maju dan bertumbuh lebih baik lagi serta berhasil dalam mencapai sebuah tujuan jika dibandingkan dengan orang yang pesimis. Hal ini disebabkan karena orang yang pesimis selalu memulai hari-harinya dengan memikirkan masalah yang dia hadapi, sedangkan mereka yang optimis selalu melihat sisi positif dari berbagai permasalahan dan persoalan yang sedang dia hadapi sehingga dia menjadi fokus untuk mencari sebuah solusi dari setiap permasalahannya. Orang pesimis memandang hidup ini dengan amarah; sementara orang optimis memandang hidup ini sebagai sebuah amanah. 

data tingkat penduduk yang optimis diseluruh dunia
Sumber: Google

Kalau anda berteman dengan orang pesimis, dia akan selalu berusaha membagi duka dan masalahnya kepada anda. Namun jika anda berteman dengan orang optimis, dia akan berbagi ceria dan gairahnya kepada anda sehingga ada menjadi termotivasi untuk menjalani kehidupan dan menghadapi masalah. Teman anda yang pesimis gayanya selalu nyinyir, sedangkan teman anda yang optimis kebalikannya: mukanya selalu nyengir.

Kekayaan, kenyamanan dan kemudahan dalam kehidupan tidak menjamin seseorang menjadi orang yang lebih optimis dalam menghadapi kehidupan. Sebuah Negara yang kaya dan makmur belum tentu penduduknya memiliki keoptimisan yang lebih baik dari Negara lain yang kurang makmur. Ok mas bray… Langsung saja neh yah say beberkan data neh. No Data is Hoax. Tetapi saya punya datanya ko. Berdasarkan data hasil penelitian dari “YOUGOV” yang dilakukan pada  bulan November sampai dengan bulan Desember 2015, dengan jumlah responden sebanyak 18.235 orang dari berbagai Negara di dunia membuktikan bahwa Negara yang makmur tidak menjadi jaminan warganya menjadi orang yang optimis. 

Berdasarkan data tersebut, diketahui bahwa hanya 3 persen penduduk Australia dan Perancis yang memandang hidup dengan optimis. Artinya 97 persen penduduk kedua negara ini memulai hari-hari mereka dengan kepala yang sakit dan hidup yang penuh ketegangan. Orang pesimis itu saudaranya stress dan depresi, bukan? Selanjutnya Negara Inggris, Singapore dan Jerman, hanya 4% penduduknya yang optimis, selebihnya sebanyak 96% penduduknya memiliki sikap pesimis terhadap kehidupan. Berikutnya Amrika Serikat yang tekenal sebagai Negara adidaya dan katanya merupakan Negara yang super power ini memiliki jumlah penduduk yang optimis sama dengan negara tetangga kita Malaysia yaitu hanya sebanyak 6% penduduknya yang optimis, selebihnya sebanyak 94% warganya hidup dalam ke pesimisan. Selanjutnya adalah Hongkong, Finlandia, Norwegia dan Denmark hanya sebanyak 8% penduduknya yang optimis. Swedia dan Uni Emirat Arab hanya 10% penduduknya yang optimis. Thailand, hanya sebanyak 11% penduduknya yang optimis. 

Bagaimana dengan kita? Ternyata sebanyak 23 persen penduduk Indonesia mengaku optimis dalam memandang kehidupan. Sebanyak 23 persen masyarakat Indonesia meyakini bahwa kehidupannya akan menjadi lebih baik dimasa yang akan datang. Mereka yakin akan membaiknya situasi dan kondisi kehidupan di negaranya. Ini membuat Indonesia berada pada posisi kedua di dunia dalam hal kepotimisan menjalani hidup. Nomor tiga di bawah kita adalah penduduk Saudi Arabia (sebanyak 16% penduduk yang optimis) dan yang menduduki peringkat pertama adalah Negara China dengan angka 41% penduduk yang optimis.

Data ini bukanlah sebuah hal yang menggembirakan. Memang kita menempati urutan kedua setalah China dalam kepotimisan menjalani hidup, dan patut berbangga atas pencapaian tersebut. Akan tetapi jika anda membaca data ini lebih dalam, maka sesungguhnya data ini sangat mengkhawatirkan. Mengapa? Penyebabnya adalah lebih dari 50 persen penduduk dunia menganggap dunia mereka semakin susah dan mereka pesimis memandang masa depan mereka. Nah lo… Di Negara kita Indonesia saja yang menempati urutan kedua, dari data ini menunjukkan ada lebih dari 70% yang pesimis dan di Saudi Arabia yang kaya raya dan hidup di tanah kelahiran Islam ada lebih 80 % yang pesimis dengan apa yang mereka miliki saat ini. Artinya penduduk dunia sekarang ini sedang mengalami penyakit pesimis akan kehidupannya dimasa yang akan datang. Ketidakyakinan akan situasi dan kondisi dunia yang semakin rusak, baik itu dengan adanya konflik ataupun adanya perusakan alam, membuat penghuni bumi ini mengalami ketakutan akan masa depan yang suram.

Dari data tersebut juga dapat diambil pengertian bahwa bukan saja kekayaan dan kenyamanan yang tidak bisa mendatangkan rasa optimis, seperti yang terjadi di negara-negara Barat, akan tetapi juga ketaatan pada agama seperti di Indonesia dan di Saudi Arabia, serta ketidakpercayaan pada Tuhan seperti di negeri komunis China ternyata tidak bisa membuat mayoritas penduduk menjadi optimis.
optimis
Sumber: Google

Apakah mungkin ini adalah krisis kemanusiaan abad modern? Bisa ya bisa juga tidak sih. Tapi saya hanya bisa bilang neh "Selama harga rokok masih normal dan tidak naik setinggi bukit, masalah apa sih yang tidak bisa kita bincangkan sambil tersenyum?".hahahaha.... semoga bermanfaat. tolong dishare yah....

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Hebat, Ternyata Indonesia Menempati Urutan Kedua di Dunia dalam hal Keoptimisan Hidup"

Post a Comment

Pembaca yang Bijak adalah Pembaca yang selalu Meninggalkan Komentarnya Setiap Kali Membaca Artikel. Diharapkan Komentarnya Yah.....