Negeri Impian Indonesia Raya

Indonenong adalah sebuah negeri impian di negeri dongeng yang terletak di jajaran galaksi planet of the apes (planet yang selalu apes). Negeri ini dulunya adalah termasuk wilayah kerajaan nabi Sulaiman, negeri pengekspor kayu jati untuk pembuatan kapal nabi Nuh, dan masih bagian dari kepulauan Atlantis yang legendaris itu. Baca juga : Hebat, Ternyata Indonesia Menempati Urutan Kedua di Dunia dalam hal Keoptimisan Hidup
negeri mimpi

Di republik Indonenong, semua perkara ada. Semua kelamin ada, semua iman ada, semua aliran ada. Kebaikan dan kejahatan ada, kearifan dan kebahlolan ada. Orang paling pinter sampai yang paling tolol ada. Orang soleh ada, orang munafik ada, orang soleh yang jadi munafik ada, yg tidak munafik namun tidak soleh juga ada, dan orang munafik sok soleh ada pula. Dan tak perlu kita menilai orang lain soleh, munafik, sok soleh, sok munafik, semi soleh, semi munafik, tak perlu. Lihat saja diri sendiri masing-masing, setelah itu silakan lanjut lagi liat film full dan film semi.

Di negeri impian ini juga, orang beriman dianggap kafir, orang kafir apalagi semakin dikafir-kafirin, lah? Di negeri ini, ada dua agama; agama yg beragama, dan agama yg tak beragama.

Yg beragama selalu saja mabok agama. Efek mabok biasanya ngawur. Sementara yg tak beragamanya sok-sokan keren belaka, kerjaannya cuma menyalahkan agama saja, maka sama ngawurnya. Walhasil, perihal berucap & bertindak, keduanya serupa, ngawur, kasar & kotor. Tentu ada yg berkualitas baik, banyak, tapi sayangnya bukan saya, apalagi kamu.

Meski tadi katanya banyak agama, tapi agamanya bukan Islam, Kristen, Hindu, Buddha, Atheis, dst. Agamanya adalah: harta, tahta, kontol-vagina. Faktanya; agamanya tak berfungsi jika berhadapan dengan harta, tahta, kontol-vagina. Itu baru berhadapan, apalagi kalau megang & berciuman.

Maka jangan heran, kalau tempat ibadahnya banyak, syiar agamanya semarak, yang antri haji umrah gak muat, tapi penjaranya juga sesak.

Meski semua apapun ada, namun yang ada hanya hitam-putih, tak ada wilayah abu-abu. Yang ada hanya benar-salah, tak ada “mungkin aku benar-dia benar”, apalagi “aku salah-dia benar”. Yang ada hanya sorga-neraka. Yang ada hanya pria dan wanita, tak ada tempat untuk waria.

Dari berita, dikabarkan secara membanggakan bahwa banyak dari anak bangsa Indonenong ini yang berprestasi, buktinya banyak yang juara olimpiade sains blablabla. Tapi, secara general global gombal internasional terpuruk termasuk orang-orang bego sedunia. Pe'a kaum agamanya, alay mahasiswanya, korupsi pejabatnya. Kita suka bicara moral, tapi kita menyukai tontonan & bacaan yg menyuguhkan paha mulus & bokong berbulu pula. Kita hobinya mencaci maki mencela menghina berlomba-lomba berfoya-foya dalam ketidakmanfaatan, termasuk saya, termasuk kamu juga.

Di negeri impian Indonenong ini, kalau membanggakan negeri orang maka dianggap tidak nasionalis. Dan kalau mengkritik negeri sendiri maka dianggap pengkhianat. Di negeri Indonenong ini, pahlawan yang tulus padahal banyak. Tapi yang tak menghargai para pahlawan juga banyak, dan sok jadi pahlawan lebih banyak lagi.

Negeri Indonenong punya teknologi maju yang tinggi. Buktinya mereka suka nonton film berteknologi tinggi di bioskop di atas mall yg tinggi, suka beli teknologi gadget dengan harga tinggi, koleksi mobil atawa tas mewah nan trendi, gaya hidup tinggi, glamour di tengah-tengah banyak saudara-saudara yg berpenderitaan tinggi, plus sempurnalah ditambah penggemar berat teknologi cocoklogi.

Meski begitu, Indonenong ini sangat strategis. Makanya kerap kali jadi rebutan antar bangsa, Portugis, Belanda, Jepang, Inggris, Australia, Singapura dan Malaysia. Dan sekarang pun sama, jadi rebutan orang China, Arab, Amerika, Israel dan orang Jawa.

Walau begitu, rasa optimisme, nasionalisme, toleranisme, humanisme, pluralisme dan relijiusme masih ada, dan menyatukan semua kepluralan kemajemukan keanekaragaman ketidaksamaan berbagai hal blablabla itu.

Namun dari sgala ke-blablabla-an itu, untungnya masih ada penduduknya yang berharap untuk Indonenong lebih baik. Tak peduli begitu banyak orang "bungul" di kiri kanan atas bawah, kita tetap bisa tertawa ceria bahagia, yg terus bekerja, yg tak terlalu berharap pada negara. Masih ada yg berbagi cinta kasih, berbagi misuh dalam kebersahajaan, hidup itu harus mengamalkan syukur, sudah syukur diciptakan jadi manusia, bukan asu. Hidup hanya sederhana; syukur, misuh, & asu. Haha. Sukur adalah demi menggapai cinta Tuhan, sedang misuh demi keseimbangan alam. Sementara asu ya asu, haha.

Meski sebegituncuk dan sebagaimanancrot keadaan negeri ini, kita tetap mencintainya. Meski kita tak sudi mengakui para pemimpinnya namun kita tetap mengakui rakyatnya. Meski mungkin belum memberikan sejahteraan yg merata, tapi kita tetap menyayangi negeri ini. Meski miskin & hutang sana sini, yg penting kita bisa beli pulsa, bisa berpesbuk ria. Ayo semua kita bahagia, meski pura-pura, haha.

Sebab, tanah ini ditegakkan di atas pengorbanan darah, peluh, dan pejuh jutaan para pejuang, para syuhada dari anak segala suku bangsa, tak peduli dia agama apa, suku apa, ukuran beha berapa, bentuk kontol gimana, semuanya mempersembahkan kemerdekaan bagi kita yg ditukar dengan nyawa mereka. Semua leluhur kita adalah para pejuang yg layak dihormati, baik itu pejuang di pertempuran, maupun pejuang di atas ranjang.
indonesia berduka


Dan walau bagaimana pun juga, Indonenong lebih baik dari indonistan. Indonenong adalah proses menuju Indonesia. Sebelumnya Indon dulu ya.

Indonenong lebih baik. Saya, kamu, kami dan kita, mengharapkan itu. Amin.

Maka, tetaplah di jalur otak 3D, syukur kalau lebih, minimal di 2,5.

Hiduplah Indonesia Raya 

Dikutip dari buku Bahlolpedia karangan profesor doktor kabilator sensor otak kotor provokator Rusdian Malik al-bahlol
loading...

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Negeri Impian Indonesia Raya"

Post a Comment

Pembaca yang Bijak adalah Pembaca yang selalu Meninggalkan Komentarnya Setiap Kali Membaca Artikel. Diharapkan Komentarnya Yah.....