Orang Baik Adalah Orang yang Berdo’a Untuk Kebaikan Orang Lain

Terinspirasi dari kata-kata Habib Syiekh pada acara Ulatang Tahun DPR RI di depan Gedung MPR beberapa waktu lalu. Pada kesemapata tersebut, beliau mengatakan bahwa orang yang baik adalah orang yang selalu mendo’akan kebaikan bagi orang lain, bukan sebaliknya yaitu menghujat orang lain. Sebuah kata-kata yang penuh makna dan sangat masuk logika saya. Jujur, terenyuh hati saya ketika mendengar kata-kata ini. Ketika mendengar kata-kata ini, saya langsung merasa bahwa saya adalah manusia yang tidak baik, manusia yang penuh dengan salah kepada orang lain. Mengapa? Karena saya sering sekali menghujat orang lain, bahkan seandainya orang yang saya hujat tersebut mendengar hujatan dari saya maka mungkin dia tidak akan memaafkan saya. Sungguh naif diri saya sebagai manusia. Mudah-mudahan Tuhan mengampuni saya. Amien.

menjadi orang baik
Berbicara tentang hujat menghujat neh. Di Indonesia sekarang ini lagi ngetrend dengan kegiatan menghujat orang lain. Kegiatan hujat menghujat ini mulai berkembang sejak bergulirnya era kebebasan berpendapat yaitu pada era awal reformasi. Selanjutnya semakin berkembang dengan banyaknya pengguna media sosial. Masih ingat pada tahun 2008-an ketika awal saya menjadi blogger, tidak banyak yang bisa mengakses internet dan media sosial. Pada saat itu media sosial hanya menjadi konsumsi terbatas bagi beberapa golongan. Pada saat itu memang sudah banyak kegiatan hujat menghujat di dunia maya, namun yang mengakses nya hanya sekelompok orang, jadi dampak yang diberikan pun tidak terlalu banyak pada dunia nyata. Berbeda halnya dengan zaman sekarang dimana media sosial merupakan sebuah hal yang wajib dimiliki oleh seseorang. Internet bukanlah lagi sebagai kebutuhan tarsier, namun sudah dianggap sebagai kebutuhan primer. Zaman sekarang, dari pelosok desa apalagi di kota dapat dengan mudah terhubung dengan dunia maya. Dengan mudahnya mencari informasi dan berhubungan di media sosial mengakibatkan semakin bertambahnya kegiatan hujat menghujat ini.dan dampaknya tentu saja lebih luas. Satu kali berita tentang hujatan di share ke media sosial, maka berita tersebut akan menyebar dengan cepat seluruh penjuru dunia. Oleh karena itu hati-hati dalam men-share sebuah berita atau opini di media sosial, kasian orang lain yang kena hujatan.

Trend menghujat yang sedang melanda Indonesia dewasa ini sudah tidak terbendung lagi. Coba saja buka facebook anda, saya yakin dalam waktu yang tidak lama anda akan menemukan orang yag sedang menghujat orang lain. Entah itu sedang menghujat pemerintah, aparat pemerintah, sesama saudara, sesama iman bahkan menghujat pasangannya sendiri. Dari sekian banyak hujatan yang ada di media sosial, kayanya yang paling banyak dihujat adalah pemerintah. Baik itu presiden maupun lembaga pemerintah lainnya seperti Polisi, TNI, PNS, Pejabat dan lain-lain.

Jangan Menghujat Pemerintah Tapi Do’akan Agar Pemerintah Dapat Melaksanakan Tugasnya Dengan Baik
Mencari kesalahan orang lain itu sangat mudah, namun seringkali kesalahan sendiri tertutupi. Padahal kadang kesalahan yang kita buat lebih besar ketimbang kesalahan orang yang kita hujat. Selain seringkali kita menilai kekurangan orang lain dalam hal pekerjaanya misalnya, “si anu tidak bisa ini dan itu”, yang jadi pertanyaan adalah apakah anda bisa seperti dia?. Seorang presiden sering dihujat ketika membuat kebijakan yang dianggap kurang pro rakyat. Kemudian dihujat lagi bahwa presiden adalah ini, anteknya si itu, anak buahnya si ini dan selain sebagainya. Coba pikirkan seandainya anda menjadi seorang presiden? Apakah anda akan berbuat lebih baik dari presiden yang ada sekarang? Apakah anda akan sangat pro rakyat? Apakah anda tidak menjadi anak buah si anu dan si itu? Renungkanlah wahai para penghujat. Melaksanakan tugas dan amanah menjadi Presiden itu tidaklah mudah seperti membalikkan telapak tangan. Melaksanakan tugas sebagai Presiden itu tidaklah mudah seperti apa yang anda bayangkan. Melaksanakan tugas menjadi Presiden itu tidaklah mudah seperti dalam teori. Apakah anda sanggup? Saya yakin, seandainya para penghujat tersebut diberi kesemapatan sebentar saja untuk menjadi Presiden, menggantikan Presiden yang dia hujat, maka hasilnya sama saja atau sebelas duabelas saja dengan Presiden yang dia hujat. Oleh karena itu, janganlah kita menghujat pemerintah. Mengkritik boleh dengan batasan-batasan yang manusiawi. Lebih baik kita do’akan agar Bapak Presiden kita dapat melaksanakan tugas-tugasnya dengan baik dan dapat mensejahterakan masyarakat Indonesia. Lebih baik mendo’akan ketimbang menghujat yang ujung-ujungnya akan mengganggu Presiden melaksanakan tugasnya.

Jangan Menghujat Saudara Seagama, Do’akan Saja Semoga Mereka diberi Hidayah dan Rahmat Nya
Di Indonesia ini banyak sekali terdapat aliran-aliran yang sebenarnya masih satu agama yaitu Islam. Ada yang menyebut dirinya sebagai Wahabi, Salafi, Nu, Muhammadiyah, Syi’ah dan lain sebagainya. Sebagai sesama umat muslim, sebenarnya kita ini bersaudara. Yang namanya bersaudara berarti kita harus hidup rukun dan saling membantu sama lain. Jangan sampai sesame saudara saling sikut menyikut, saling menghujat yang berujung pada saling pukul yang berakibat tumpahnya darah saudara. Sesama saudara jangan sampai saling meng kafirkan satu sama lain, jangan sampai saling menuduh sesat, jangan sampai saling memojokkan dan menghancurkan. Berbeda pendapat boleh, tapi perbedaan pendapat jangan sampai menjadi alat untuk saling menhancurkan. Ingat neh, bagimu Amalanmu dan Bagiku Amalanku. Tidak usah lah kita mengurusi amalan orang lain. Belum tentu juga kan amalan yang kita lakukan sekarang lebih baik dari amalan dia. Walaupun amalan kita banyak, namun belum tentu juga kan amalan kuta tersebut diterima dan diijabah oleh Tuhan. So… fokuslah pada amalan kita. Tidak usah mencaci amalan orang lain, apalagi mencap kafir seseorang hanya karena berbeda amalan dan berbeda keyakinan. Mari kita ciptakan damai di negeri ini kawan.

Jangan Menghujat Orang Lain, Karena Bisa Jadi Dia Lebih Baik Dari Kita
Orang yang menghujat biasanya merasa bahwa dirinya lebih baik dari orang yang dihujat. Orang yang menghujat biasanya akan merasa puas apabila orang yang dihujat menjadi kalah dan tertunduk malu karenanya. Jika selama ini anda merasa seperti itu, cepatlah merenung dan beristighfar kepada Tuhan. Karena belum tentu orang yang sedang anda hujat dan caci maki itu sesuai dengan dugaan dan prasangka anda. Ketika anda sedang memerlukan uang dan kemudian mau ngutang dengan teman yang menurut anda kehidupannya lebih kaya dari anda. Ketika anda datang padanya untuk ngutang, ternyata dia menolak untuk memberikan pinjaman uang. Saya yakin anda akan pulang dengan hati yang dongkol dan hati penuh dengan prasangka. Mungkin saja anda akan mencaci maki orang tersebut dihadapan orang lain. “Orang kaya, minjamin uang sedikit saja ko tidak mau, dasar pelit”. Nah, padahal belum tentu orang yang anda caci maki tesebut sesuai dengan prasangka anda. Bisa jadi disaat anda mau meminjam uang kepadanya, dia sedang tidak punya uang untuk dipinjamkan karena habis membawa anaknya berobat. So… jangan buruk sangka dulu dan jangan mencaci dulu. Lihat yang terjadi sebenarnya. Lebih baik do’akan agar dia lebih kaya lagi dan lebih dermawan lagi serta lebih penolong lagi kepada orang lain. Kan lebih enak ketimbang anda harus ngomel macam-macam yang belum tentu kebenarannya.

do'a bagi orang lain
Sumber: Google
So, semoga kita diberi Hidayah dan Rahmat oleh Tuhan agar dijauhkan dari sifat suka menghujat orang lain. Semoga kita bisa selalu mendo’akan kebaikan bagi orang lain. Amin.

Subscribe to receive free email updates:

1 Response to "Orang Baik Adalah Orang yang Berdo’a Untuk Kebaikan Orang Lain"

  1. Setuju banget gan sama artikelnya hehe

    http://goprosehat.blogspot.co.id/

    ReplyDelete

Pembaca yang Bijak adalah Pembaca yang selalu Meninggalkan Komentarnya Setiap Kali Membaca Artikel. Diharapkan Komentarnya Yah.....