Permainan Anak-Anak Jaman Dulu

Masa kanak-kanak adalah masa yang paling indah. Masa-masa penuh canda dan tawa dengan teman sebaya. Tapi dizaman sekarang ini, canda dan tawa anak yang sedang bermain perlahan semakin berkurang dengan masuknya teknologi yang menggantikan permainan anak-anak zaman dulu. Jika sore hari, anak-anak zaman dahulu berkumpul dan bermain, sedangkan pada zaman sekarang, anak-anak sibuk dengan gadgetnya masing-masing. Baca Juga: 64 Lukisan 3D art yang akan membuat anda takjub.

Permainan Anak-Anak Jaman Dulu
Pemainan yang dahulu banyak dimainkan oleh anak-anak sekarang sudah banyak yang menghilang dan digantikan oleh permainan yang bergenre teknologi. Peralihan permainan dari jaman dulu kemasa yang sekarang sangat terasa. Pada zaman sekarang ini anak-anak lebih memilih untuk berada didalam rumah dengan memainkan game di smartphone kesayangannya atau bermain di playstation, sedangkan pada masa lalu, hampir sebagian besar anak-anak bermain di luar rumah dengan permainan yang sebenarnya sangat melatih keterampilan dan ketangkasan anak serta melatih anak bagaimana cara bergaul dengan lingkungan.

Saya merasa bernostalgia ketika menulis artikel ini. Ingin rasanya anak-anak zaman sekarang juga memainkan permainan yang telah dimainkan oleh orang tuanya dulu serta mengetahui bagaiamana asyiknya bermain dengan menggunakan permainan jaman dulu. Saya sangat yakin diantara permainan dibawah ini, pernah anda mainkan bersama dengan teman-teman anda. Apa saja permainan anak-anak pada jaman dahulu? Yuk kita kenalkan anak-anak kita dengan permainan jaman dahulu. Berikut jenis-jenis permainan yang dimainkan oleh anak-anak jaman dulu :

Petak Umpet ( Bapauan )
Sumber: Google
1. Petak Umpet ( Bapauan )
Ini adalah permaianan yang sangat sering dimainkan oleh anak-anak jaman dulu. Jangankan setelah sekolah atau seore hari, pada waktu sekolah juga sering dimainkan yaitu pada saat istirahat. Ane punya kenangan sama permainan iini. Sewaktu masih SD, kami sering banget main petak umpet pada waktu istirahat. Yang jadi unik neh, ada satu orang teman saya yang jarang banget ketemu jika sembunyi. Selidik punya selidik, ternyata dia pulang kerumahnya dan makan dirumah. Baru balik lagi kesekolah setelah jam istrirahat berakhir. Hhhmmm.

Lompat Tali
Sumber: Google
2. Lompat Tali
Waktu saya SD, ini permainan yang biasanya disenangi para cewe. Namun setiap ada yang mulai permainan ini, biasanya anak-anak cowo juga ikutan main. Rame banget pokoknya dan tidak ada perbedaan peraturan yang membedakan antara cowo dan cewe. Semuanya sama. Jadi sebenarnya dari dini kita sudah diajarkan pada kesetaraan gender. Alat yang digunakan untuk permainan ini adalah gelang karet atau gelang getah yang disambung-disambung menjadi panjang. Penggunana gelang karet ini dimaksudkan agar ketika tidak bisa melompat tinggi, si pelompat tidak kesakitan terkena tali.

tali putar
Sumber: Google
3. Tali Berputar
Atau apalah namanya. Soalnya saya juga lupa namanya neh. Permainan ini mirip-mirip dengan permainan lompat tali. Bedanya adalah, pemain melompat-lompat menghindari tali yang diputar, dan pemainnya berada di dalam putaran tali tersebut. Pemain yang kalah biasanya adalah pemain yang terkena putaran tali pada saat memasuki, didalam dan pada waktu keluar dari putaran tali. Talinya juga biasanya terbuat dari gelang karet yang disambung sedemikian rupa sehingga menjadi panjang. Penggunaan gelang karet ini dimaksudkan agar tidak sakit ketika kena tali yang diputar.

Meriam Bambu ( Baladuman )
Sumber: Google
4. Meriam Bambu ( Baladuman )
Ini dia neh mainan anak laki-laki. Laki banget pokoknya. Biasanya permainan ini dimainkan pada waktu bulan puasa (ramadan) Sewaktu saya SD, permainan ini bukan hanya dimainkan oleh anak-anak, namun juga dimainkan oleh orang dewasa. Seringkali diadakan perlombaan antar kampung (bukan perlombaan sebenarnya, bahasa banjarnya “basasarangan” yang artinya kampung sebelah melawan kampung sebelah untuk main meriam bamboo atau baladuman). Bambu yang digunakan untuk meriam biasanya adalah bambu yang ukurannya besar dan kulitnya tebal. Jenis bamboo yang digunakan adalah bambu “walang”. Bahan bakar yang digunakan adalah dari minyak tanah. 

Latopan
Sumber: Google
5. Latopan
Jaman dulu neh yah, petasan itu sulit untuk didapatkan di daerah saya. Dan juga harganya lumayan mahalnya. Untuk mengganti petasan tersebut, biasanya digunakan pentil ban bekas, yang diberi tali rafia, dan paku. Trus agar latopannya mengeluarkan bunyi, dimasukkanlah belerang korek api didalamnya. Car memainkannya sederhana, tinggal dilempar keatas dan biarkan terjun bebas. Ketika jatuh kebawah dan kena paku yang ditancapkan diatasnya maka terdengarlah bunyi “dhuaar”. Walaupun tidak senyaring petasan, namun cukup lah untuk menghibur hati yang lara.

Daprak / Inti
Sumber: Google
6. Daprak / Inti
Di daerah kami permainan ini dinamakan main daprak. Mungkin di daerah lain juga memiliki nama yang berbeda. Intinya permainan ini adalah permainan ketangkasan dan keterampilan pemain dalam melompat dan berpijak di dalam garis. Jika pijakan kaki terkena garis, maka dia kalah.

congklak badaku
Sumber: Google
7. Congklak
Di daerah saya ini namanya permainan daku atau badaku. Semuanya pasti kenal neh permainan. Dulu biasanya menggunakan lantai semen yang dikasih lingkaran sebagai pembatas menggunakan kapur ataupun bisa langsung ditanah yang digaris menggunakn lidi. Sedangkan untuk bijinya menggunakan kerikil dan tanpa dibersihkan terlebih dahulu. Hebat.
Basimban
Sumber: Google
8. Basimban
Terserah lah apa namanya di daerah anda, yang jelas didaerah saya namanya main simban atau basimban. Kalo difoto itu menggunakan bahan dari kain perca, nah kalo waktu zaman dulu, menggunakan batu kerikil yang kecil. Biasanya permainan ini dimainkan oleh para cewe. Namun, banyak juga cowo yang ikutan main ini.

Engrang
Sumber: Google
9. Engrang
Dah kenal semua neh kayanya dengan permainan yang satu ini. Dan permainan ini sering juga tampil di kartu sopo jarwo. Butuh keahlian dalam menjaga keseimbangan tubuh agar bisa mengendarai engrang dengan baik dan agar tidak jatuh. Layak dicoba.

Bapidak
Sumber: Google
10. Bapidak
Bapidak adalah bahasa banjar. Permainan ini adalah permainan beradu kuat biji karet dengan cara biji keret saling ditumpang dan pukul dengan tangan. Siapa yang biji karetnya pecah, maka dia kalah. Pada waktu jaman dulu, biasanya kami mencari biji karet yang kuat sampai ketengah hutan. Berpetualang kaya sibolang. Hahahaha…. Ini permaian kayanya sudah musnah ditelan permainan digital.

Ketapel
Sumber: Google
11. Ketapel
Bahasa banjarnya kakatikan. Biasanya dibuat dari ranting kayu. Kayu yang kuat digunakan untuk ketapel adalah kayu sawo. Untuk karetnya digunakan karet ban dalam (biar kencang). Pelurunya adalah kerikil, dan jika pengen iseng maka digunakanlah peluru yang terbuat dari kelereng yang dibakar terlebih dahulu. Penggunaan ketapel ini banyak sekali disalahgunakan. Kalo jaman dulu biasanya digunakan untuk memetik buah-buahan dihutan seperti bauh kasturi dan lain-lain. Jaman sekarang, ketapel banyak digunakan untuk alat tauran. Jangan sampe yah.

layangan
Sumber: Google
12. Layang-Layang
Kalo basaha daerah kami namanya bakalayangan. Permainan ini sebenarnya masih eksis sampai dengan sekarang. Namun sudah mulai berkurang.

Batukun
Sumber: Google
13. Batukun
Ini permainan yang termasuk berbahaya. Teman saya kepala pernah kena lemparan batu dan berdarah. Cara mainnya sangat simple. Batu disusun didepan 2 atau 3 atau 4 buah. Kemudian pemain melempar batu untuk menuju batu yang sudah disusun tersebut.

Logo atau Balogo
Sumber: Google
14. Logo atau Balogo
Logo terbuat dari tempurung kelapa yang ujungnya dibuat runcing persis seperti gambar amor. Biasanya tempurung kelapa ini dilapisi lagi dengan tempurung kelapa lainnya dengan menggunakan perekat dari aspal dan “kalulut” agar lebih berat.

Gasing
Sumber: Google
15. Gasing
Ini sebenarnya bukan hanya dimainkan oleh anak-anak, namun lebih kepada permainan orang tua. Di daerah saya, permainan gasing ini seringkali diperlombakan. Dan banyak masyarakat di daerah saya yang memiliki hoby bagasing dan para pemainnya dinamakan panggasingan.

Senapan Bambu
Sumber: Google
16. Senapan Bambu
Lupa-lupa ingat neh namanya. Seingat saya nama daerahnya adalah lalatupan. Lalatupan ini terbuat dari bamboo yag kecil. Pelurunya biasanya dari buah tantarujan (gak tau bahasa Indonesianya), ada juga dari bongkah kemuning dan ada juga yang terbuat dari kertas yang direnndam terlebih dahulu kedalam air. 

Kelereng atau Kalikir
Sumber: Google
17. Kelereng atau Kalikir
Permainan ini sudah gak asing lagi. Kalo didaerah saya banyak sekali jenis permainan dari kelereng ini. Ada kalikir luang dan kalikir ambil. Kalikir ambil ini terdiri lagi dari berbagai macam jenis permainan yang saya sudah lupa nama-namanya.

Rasanya cukup dah 17 macam ini saja yang saya bahas. Padahal masih banyak sekali jenis-jenis permainan jaman dahulu yang belum termasuk di dalam 17 buah permainan yang saya bahas tadi. Diantara permainan yang belum masuk dalam 17 permainan tadi adalah main benteng-bentengan (babintingan), main mobil-mobilan, bacirak, main gambar, main sandal, dan masih banyak lagi permainan anak-anak lainnya. bagi yang ingin menambahkan silahkan di berkomentar. Semoga bermanfaat dan selamat bernostalgia.
loading...
loading...

Subscribe to receive free email updates:

2 Responses to "Permainan Anak-Anak Jaman Dulu "

  1. jadi inget masa lalu mas, paling aya sering mainkan itu layang layang mas :)
    dan sekarang sudah jarang ya anak memainkanya, palingan cuma HP melulu anak zaman sekarang ya?

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya mas. semua permainan diatas pernah saya mainkan soale saya hidup dikampung. hehehe... anak sekarang mah dah beda permainannya. sukanya main di hape, gak mau panas-panasan dan hujan-hujanan

      Delete

Pembaca yang Bijak adalah Pembaca yang selalu Meninggalkan Komentarnya Setiap Kali Membaca Artikel. Diharapkan Komentarnya Yah.....