photo lineviral_1.png

Keuntungan Menyusui Bagi Penderita Kanker Pay*dara


Sebagai seorang ibu, pasti ingin memberikan yang terbaik untuk anak-anaknya. Agar dapat tumbuh dan berkembang dengan baik dan sehat. Salah satunya yaitu dengan memberikan ASI eksklusif pada buah hati. Namun bagaimana jika keadaan sang Ibu menderita penyakit kanker pay*dara. Bisa dan bolehkah Ia tetap menyusui anaknya? Baca Juga: 9 FAKTA TENTANG PUTING PAY*DARA
kanker payudara

Pakar laktasi, dr. Utami Roesli, SpA menyatakan bahwa ibu yang mempunyai penyakit kanker pay*dara bisa menyusui anaknya. Hal ini disebabkan karena kanker mungkin bisa saja berada bukan pada sel-sel pembuat ASI. Hanya saja, diperlukan pertimbangan-pertimbangan tertentu untuk melakukannya. Adapun pertimbangan-pertimbangannya adalah:

Pertama, tidak dalam pengobatan dengan obat kimiawi, karena obat yang dikonsumsi akan dialirkan dalam darah dan bisa terlarut dalam ASI. Sehingga pemberian ASI pada bayi akan membawa efek dari obat.

Kedua, keadaan fisik setiap penderita kanker pay*dara berbeda-beda. Untuk itu, ada baiknya sang ibu berkonsultasi dengan dokter yang memeriksanya. Jika sel kanker ternyata mempengaruhi produktifitas ASI, maka bisa disiasati dengan memberikan ASI dari pay*dara yang tidak terkena kanker.

Meskipun produktifitas ASI menurun pada pay*dara yang terkena kanker, tetaplah menyusui. Hal tersebut dikarenakan, menurut studi dalam Journal of National Cancer Institute memperlihatkan penurunan resiko berulangnya kanker pay*dara. Karena biasanya, kanker pay*dara akan kembali lagi meskipun paska operasi.
asi

Pasien kanker pay*dara yang menyusui akan mengalami penurunan resiko kembali berulangnya kanker hingga 30%. Kesimpulan tersebut didapat setelah melakukan peninjauan catatan medis pada 1.636 wanita dengan kaker pay*dara dan riwayat menyusui mereka. Sebanyak 383 perempuan kembali menderita kanker pay*dara, sedangkan 290 lainnya meninggal.
Menyusui dapat mengubah atau mengatur lingkungan molekul yang membuat tumor lebih responsif terhadap terapi anti-estrogen dan membuatnya kurang agresif. Meskipun belum jelas apa yang melatar belangkangi hal tersebut, yaitu mengapa wanita yang menyusui membuat tumor kurang agresif.
Diketahui bahwa menyusui juga menurunkan risiko kanker pay*dara. Hal ini diduga karena adanya perubahan struktural di jaringan pay*dara saat menyusui dan penekanan jumlah estrogen yang diproduksi tubuh oleh laktasi. Penekanan estrogen ini juga diperkirakan terkait dengan penurunan risiko kanker ovarium. Semoga bermanfaat.
Buat lebih berguna, kongsi:
close