photo lineviral_1.png

Industri Pemanfaatan Potensi Tenaga Surya

Penerapan energi surya dilakukan dengan memakai metode penerapan termis dan pengubahan fotovolta (ik). Penerapan termis menggunakan prinsip pemanfaatan pancaran matahari secara langsung. Metode ini dibedakan dalam pemanfaatan pasif dan aktif. Pemanfaatan pasif ialah keseluruhan penyesuaian konstruksi dan instalasi bangunan yang pengaturan hawa di dalam bangunan sedemikian rupa sehingga matahari dapat dimanfaatkan. 

potensi tenaga surya


Arah hadap bangunan ke utara atau ke selatan dan sayap bangunan di sebelah barat atau timur pada bangunan di Indonesia dimaksudkan untuk menyerap cahaya matahari sebanyak mungkin. Konstruksi jendela luas dan menghadap ke selatan pada bangunan Eropa bertujuan menyerap cahaya matahari sebanyak-banyaknya. Pola-pola ini menghemat 20-25% biaya untuk memperoleh energi pemanasan bangunan.

Pemanfaatan Potensi Tenaga Surya


Pemanfaatan energi surya secara aktif adalah dengan mempergunakan kolektor surya, yakni instalasi penampung pancaran matahari dan mengalihkan energinya kepada zat perantara penghantar panas. Metode ini antara lain berbentuk ketel didih surya (solar boiler).

Jenis ketel didih yang paling lazim ialah yang terdiri sejumlah kolektor berbentuk lempeng atau tabung yang menyerap pancaran surya yang jatuh menimpanya. Pancaran itu diubah menjadi panas yang dilimpahkan kepada medium penghantar panas yang mengalirinya (kebanyakan mempergunakan air). Medium ini menyalurkan panas melalui suatu pengalih panas kepada bejana penghimpun (yang di kawasan Eropa Tengah berada di tengah-tengah rumah). Di situlah air tap (air penghangat ruang) yang mengalir dipanaskan. Dengan suatu instalasi ketel didih surya dihemat biaya energi bagi air tap penghangat rumah sekitar 50%. Selain sebagai pemanas air tap, panas yang diserap kolektor surya dipergunakan sebagai penghangat air kolam renang. Semua jenis panas yang ditampung dimanfaatkan secara langsung tanpa tersandung masalah penampungan dan penghimpunannya. Sistem sederhana ini juga menghasilkan  keuntungan ekonomi  tinggi.

Pengubahan fotovolta


Pengubahan fotovolta(ik) ialah pengubahan energi cahaya menjadi energi listrik siap pakai melalui efek fotovolta. Fotovolta adalah efek tegangan foto yang merupakan bentuk efek fotoelektrik. Dalam proses ini cahaya matahari diubah menjadi listrik dengan perantaraan sel surya. Pada sel surya dipergunakan sifat-sifat khusus yang dimiliki bahan semi-penghantar tertentu guna mendapatkan pengubahan energi. Cahaya matahari yang menimpa sel surya melepaskan energi kepada elektron-elektron semi-penghantar (kebanyakan silisium) yang bergerak leluasa untuk menimbulkan arus listrik.

Rendemen sel surya pada permulaan tahun 1980-an dalam praktik sekitar 10%. Penerapan energi surya fotovolta(ik) terletak di daerah yang kekurangan energi listrik umum. Energi listrik dari sel fotovolta dapat dipergunakan bagi peralatan telepon, pelampung lautan, dan tanda lalu lintas di daerah konsumsi energi listrik bertingkat rendah. Terutama daerah terpencil di kawasan Dunia Ketiga yang memerlukan energi murah. Pada tahun 1981 Masyarakat Ekonomi Eropa telah membangun 19 “instalasi perintis” fotovolta sebagai instalasi percobaan yang diharapkan beroperasi tahun 1983. Daya yang dimiliki satuan ini berkisar 30 sampai 300 kW. Biaya pokok mencapai 67 juta gulden.

Industri Potensi Tenaga Surya


Penerapan energi surya di bidang termik dan fotovolta yang bersifat industri banyak dilakukan di Jerman, Belanda, dan Belgia. Perusahaan Belanda, Philips, telah mengembangkan kolektor tabung hampa udara (VTR 141) yang dipergunakan di beberapa negara Eropa dan di Amerika Serikat. Perusahaan Fabricable di Buizingen, Belgia mulai dengan rangkaian produksi sel surya secara besar-besaran diberi pasangan lapisan difusi otomatis-penuh dengan tambahan tekanan filter. Penerapan fotovolta di Jepang ditunjukkan dengan penggunaan bagi peralatan elektronik pada alat-alat pemotret.

Amerika Serikat yang sejak musibah nuklir di Three Mile Island mulai kendor dalam pengembangan  energi nuklir  makin giat mengembangkan energi surya. Di sana sedang dilakukan penelitian untuk menghimpun energi surya dengan jalan menimbun cahaya matahari dalam kolam berair garam sebagai kondensator. Proyek yang disebut sebagai Solar Plant adalah pusat penghimpun energi surya berupa sistem yang menggunakan uap untuk mengalihkan panas surya sebagai pemutar turbin. Solar Plant I itu terletak 45 mil dari San Diego dan menghasilkan daya listrik energi surya seharga Rp20,00 setiap kWh.

Berbagai rancangan dibuat untuk menangkap sinar matahari. Kaca heliostat mampu menyerap panas sinar matahari hingga 1.600°C yang bisa melumerkan baja setebal 6 mm. Lempeng kaca juga dipergunakan untuk menampung energi surya yang dipakai wahana antariksa Amerika, Challenger, guna mengisi baterai tenaga.

Perusahaan AEG di Jerman membuat mobil yang memiliki generator yang digerakkan tenaga surya. Generator, yang merupakan slat tambahan pada mobil, dapat menghasilkan tenaga listrik untuk menggerakkan persneling elektronik atau mengisi baterai tambahan. Lapangan udara Nice, Francis, memanfaatkan energi surya. Demikian pula penerangan beberapa kompleks perumahan di Singapura. Bahkan, pemancar siaran radio Suara Jerman di Rwanda telah mempergunakan energi surya pula. India sudah lama mempergunakan baterai-baterai bersel listrik dari energi surya bagi jaringan telepon negara-negara bagian. India memang termasuk negara yang memiliki sumber energi surya yang cukup.

Gurun-gurun Afrika, Arab, dan Gurun Mohave menyediakan pancaran surya sebanyak 4.000 jam setiap tahun. Jika ini dimanfaatkan, Amerika memperoleh energi bersih dan terhindar dari pencemaran udara. Amerika Serikat pada tahun 1981 setiap tahun memerlukan 2 triliun kWh energi listrik, padahal jumlah daya surya yang jatuh menimpa kawasan gurun pasirnya mencapai 186 kWh setiap 0,093 in (foot kuadrat). Dengan demikian, sebanyak 2 triliun kWh dapat dicukupi bidang tangkap pancaran surya seluas 8.000 mil persegi atau daerah kosong seluas 2.072.000 hektar. Ini berarti hanya sepersepuluh jumlah padang pasir di seluruh Amerika.

Di Indonesia, secara kecil-kecilan dilakukan pemanfaatan energi surya. Dalam taraf percobaan Kabupaten Bantul Yogyakarta telah memakai pesawat televisi 20 inci bertenaga baterai matahari. Di Cibinong berjalan pompa air bertenaga baterai matahari guna mencukupi kebutuhan air bagi 12.000 penduduknya.
Buat lebih berguna, kongsi:
close