Riset Mengenai Altruisme Dan Pertolongan

Meskipun banyak penelitian dalam bidang ini telah diselesaikan, beberapa penulis sangat kritis terhadap pendekatan yang digunakan dalam riset. Terdapat dominansi metodologi dari penganut positivisme yang memengaruhi sebagian besar model caring, dan penggunaannya terbatas dalam bidang profesi pendidikan, kedokteran, keperawatan, dan profesi menolong lain. Pearce et al merangkum trend yang penting ini sebagai berikut.

Riset Mengenai Altruisme Dan Pertolongan


Tradisi dominan dalam riset  psikologis  sosial adalah mode penyelidikan eksperimental berdasarkan laboratorium. Peneliti yang menggunakan pendekatan ini berusaha memahami perilaku sosial yang penting melalui kontrol dan manipulasi faktor-faktor yang memengaruhi bentuk-bentuk simulasi perilaku target. Riset ini merefleksikan filosofi ilmiah kaum positivisme dan terbatasnya pandangan deterministik pada tindakan manusia.

Konsekuensinya, banyak penelitian yang telah dilakukan sampai saat ini dikritik karena memiliki validitas eksternal yang rendah di dunia nyata, memiliki persepsi terbatas tentang tindakan manusia, kurang memiliki badan penelitian kumulatif dan bersifat konservatif secara politik dan sosial. Selain itu, dalam penelitian yang menggunakan ruang lingkup realistis, terdapat kecenderungan untuk menggunakan:

tindakan menolong yang kurang bermakna untuk merepresentasikan fenomena berskala besar seperti caring dan empati. Pada bagian selanjutnya, kita mulai mengeksplorasi beberapa riset mengenai caring, yang telah berpindah dari laboratorium menuju dunia kerja. Sangat sedikit riset yang telah diselesaikan yang berfokus pada perilaku menolong dan caring dalam konteks profesional, tetapi ini merupakan jenis penelitian yang dibutuhkan jika perspektif teori baru akan dibentuk yang berdampak pada perawat pendidik, peneliti dan perawat praktik.

Penelitian mengenai caring


Sejumlah perawat peneliti telah berupaya menyelidiki proses caring, tetapi sebagian besar penyelidikan ini dilakukan dalam konteks negara Amerika. Hanya sedikit penelitian di Inggris yang dapat ditemukan dalam literatur. Beberapa riset di Amerika diulas secara singkat di bawah ini, tetapi hasilnya harus dipertimbangkan secara cermat, karena besarnya ketidaksesuaian antara filosofi asuhan kesehatan, fasilitas dan praktik dalam budaya yang berbeda ini. Kyle menawarkan tinjauan literatur yang lebih detail mengenai konsep caring, dan contoh yang diberikan di sini hanyalah sebuah tinjauan kecil mengenai beberapa penelitian yang telah dilakukan di bidang ini.

Dengan menggunakan rancangan antropologis kualitatif, Leininger mempelajari proses caring di berbagai kultur selama periode lebih dari 15 tahun. Dikumpulkan data dari hampir 30 kultur berbeda. Terungkap keragaman keyakinan dan sistem nilai informan, serta keragaman praktik caring di lintas budaya ini.

Leininger mengklasifikasikan total 17 ide (atau “cara mempersepsikan”) yang berhubungan dengan caring, yaitu kenyamanan, dukungan, kasih sayang, empati, perilaku menolong secara langsung, koping, pengurangan stres yang spesifik, sentuhan, pengasuhan, bantuan, pengawasan, perlindungan, pemulihan, stimulasi, pemeliharaan kesehatan, pendidikan kesehatan dan  konsultasi kesehatan . Saat riset berkembang, ide ini pada akhirnya berkembang menjadi 28 ide taksonomi caring.

Sayangnya, banyak rincian metodologi penelitian yang digunakan yang tidak dilaporkan, dan hal ini menyebabkan sangat sulitnya memeriksa seberapa terpercaya dan validnya penemuan tersebut. Bagaimanapun, fakta bahwa perbedaan konstruksi terbukti lebih signifikan di lintas budaya, terutama penting dan harus memperingatkan peneliti terhadap bahaya dari mencoba menghasilkan gambaran caring secara universal.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Riset Mengenai Altruisme Dan Pertolongan "

Posting Komentar

Pembaca yang Bijak adalah Pembaca yang selalu Meninggalkan Komentarnya Setiap Kali Membaca Artikel. Diharapkan Komentarnya Yah.....