Fatwa Ulama Tentang Merayakan Valentine Day

Sebagian anak muda akan menyambut hari valentine ini dengan penuh suka cita. Mereka mengganggap bahwa harus ikut merayakan hari yang diklaim sebagai hari penuh kasih sayang. Namun, tahukah kamu jika hari valentine tersebut merupakan suatu perayaan yang dibentuk oleh orang pada zaman Jahiliah dulu. Yang mana mereka merayakan hari valentine tersebut untuk mengenang akan kematian seorang pastur yang bernama Valentine yang telah dihukum mati pada tanggal 14 Februari 270 M tersebut. 

Fatwa Ulama Tentang Merayakan Valentine Day


Hingga kini hari tersebut masih dirayakan oleh orang-orang kafir dengan sebuatan Valentine Day. Tak jarang hari valentine tersebut digunakan untuk berbuat dan menyebarkan perbuatan maksiat, zina, dan penuh dengan kemungkaran di dalamnya.

Sebagai seorang muslim, kita dilarang untuk ikut-ikutan merayakan harinya orang kafir. Karena seseorang yang ikut suatu kaum, maka seseorang tersebut akan sama dengan kaum yang diikutinya itu. Hal itu sudah jelas tercantum dalam HR.At-Tirmidzi, yang berbunyi ” Barangsiapa meniru suatu kaum, maka ia termasuk dari kaum tersebut ” (HR. At-Tirmidzi). Selain itu, Ibnu Qayyim al-Jauziyah juga berkata bahwa, ” Memberikan ucapan selamat terhadap acara ritual orang kafir yang khusus bagi mereka, telah disepakati bahwa perbuatan tersebut adalah haram “.

Hal itu tentu akan mengerah pada perayaan hari valentine, yang mana hari tersebut merupakan harinya orang Kristen. Tentu kita sebagai umat Islam, janganlah mau ikut-ikutan dalam perayaan tersebut. Kalau dipikirkan, perayaan valentine tersebut begitu dengan dengan perbuatan maksiat, zina, dan juga tentunya penuh dengan iblis yang siap meracuni pikiran kamu agar ikut lebih tenggelam dalam perayaan tersebut.

Nah, untuk lebih jelasnya tentang larangan untuk merayakan hari valentine tersebut. Inilah beberapa fatwa ulama yang mengharamkan untuk merayakan hari valentine, simak ulasannya berikut ini.

Menurut Syekh Ibnu Utsaimin


Suatu ketika Syekh Ibnu Utsaimin pernah ditanya tentang perayaan hari valentine yang kerap terjadi pada anak muda sekarang ini. Merayakan dengan pasangan, padahal belum muhrim dan terlarut dalam keramaian dunia.

Menanggapi pertanyaan tersebut, beliau mengatakan bahwa merayakan hari valentine itu tidak boleh dikarenakan ada beberapa sebab. Yang pertama adalah perayaan valentine itu termasuk perayaan bid’ah, dikarenakan tidak ada landasannya dalam syariat Islam. Yang kedua, perayaan valentine tersebut lebih mengarah pada perbuatan cinta dan asmara, bahkan yang belum muhrim. Dan yang ketiga, perbuatan itu akan mengajak orang untuk menyibukkan diri dengan perbuatan rendah yang bertentangan dengan petunjuk kaum salaf radhiallahu anhum (yang mengajak perbuatan bermanfaat).

Maka, hendaknya setiap muslim memiliki kebanggaan terhadap agamanya dan jangan bersifat ingin terus mengikuti arus zaman, bahkan tanpa kamu tahu hal tersebut akan menjerumuskanmu dalam lobang kemaksiatan. Untuk itu, sebagai pilihannya janganlah mau ikut-ikutan merayakan hari valentine, karean hal tersebut kebanyakan buruk untuk kamu ikuti.

Menurut Lajnah Daimah


Kal itu Lajnah Daimah ditanya, "Sebagian masyarakat pada tanggal 14 Februari, 2/14 setiap tahun masehi merayakan hari Valentine (Valentine Day). Mereka saling memberi hadiah bunga, memakai pakaian merah dan mengucapkan selamat satu sama lain. Di sebagian kios juga dijual gula-gula berwarna merah dan digambar hati, bahkan ada sebagian kios membuat iklan barangnya dengan mengkhususkan hari ini”. Kemudian apa pendapat beliau tentang merayakan hari itu, membeli barang dari tempat tersebut, dan para penjual yang ikut merayakannya.

Dalam menanggapi pertanyaan tersebut, beliau menjelaskan bahwa hari valentine itu merupakan harinya oleh Nashrani. Maka tidak halal bagi orang yang beriman kepada Allah SWT. Untuk merayakannya, menyetujuinya, ataupun hanya sekedar mengucapkan selamat saja. Sebagai seorang muslim, diwajibkan untuk meninggalkan dan menjauhinya sebagai bentuk mentaati seruan Allah SWT. dan Rasul-Nya serta menjauh dari sebab-sebab murka Allah dan azab-Nya.

Sebagaimana diharamkannya bagi seorang muslim untuk memberikan bantuan pelasanaan hari raya mereka atau perayaan-perayaan lainnya. Diharamkan untuk membantu  bentuk apapun, apakah dengan makanan, minuman, menjual,membeli, membuatkan sesuatu. Karena itu tergolong dalam membantu mereka ikut merayakan hari raya mereka, kaum Nashrani.

Untuk itu, sebagai seorang muslim hendaknya berpegang teguh lah terhadap Al-Qur’an, Sunah, dan Hadistnya. Janganlah mau untuk mengikuti perbuatan-perbuatan yang dilakukan oleh orang kafir.

Menurut Syekh Ibnu Jibrin


Ketika itu Syekh Ibnu Jibrin hafizahullah ditanya, "Kini dikalangan muda mudi kami banyak yang merayakan hari Valentin. Valentin adalah nama seorang pastor yang diagungkan oleh orang Nashrani. Mereka merayakannya setiap tanggal 14 Februari, saling tukar menukar hadiah dan bunga merah. Mereka mengenakan pakaian merah. Apa hukum merayakannya dan saling memberi hadiah padahari itu seta meramaikan hari tersebut?”

Menanggapi pertanyaan tersebut, beliau menjawab dengan mengatakan bahwa hari valentine tersebut termasuk dalam bentuk bid’ah, karena tidak ada landasannya dalam syariat Islam. Tentu perayaan itu tidak boleh untuk dilakukan oleh orang muslim. Selain itu juga, beliau mengatakan bahwa di dalam perayaan hari valentine tersebut terdapat tindakan-tindakan yang menyerupai perbuatan orang kafir dan taklid. Sebagaimana yang telah dikatakan oleh Rasulullah saw. ” Barangsiapa meniru suatu kaum, maka ia termasuk dari kaum tersebut ” (HR. At-Tirmidzi).

Bahkan bukan hanya itu saja, dalam perayaan valentine tersebut lebih banyak mengandung unsur kemungkaran, kerusakan, seperti pesta pora, nyanyian dan music, kesombongan, campur baur laki-laki dan wanita dengan dandanan seronok di depan non mahram dan perkara-perkara haram lainnya. Tentu perbuatan tersebut sangat dilarang dalam agama Islam, karena perbuatan tersebut tidak benar. Bahkan para penjual yang ikut merayakan valentine pun juga dilarang, karena itu merupakan perbuatan untuk mempermudah mereka dalam merayakannya. Maka siapa yang sayang terhadap dirinya, hendaknya dia menjauhi perbuatan dosa dan sarana-sarananya lainnya itu.

              Baca Juga : 
          7 Anggapan Orang tentang Valentine Day di Indonesia
          7 Tradisi Valentine di Berbagai Belahan Dunia

          Sejarah Kelam Valentine Day
          Fatwa Ulama Tentang Merayakan Valentine Day 


Itulah sekiranya yang bisa disampaikan untuk ulasan kali ini. intinya dalam hal ini merayakan hari valentine itu adalah haram hukumnya. Bukan hanya bid’ah, namun juga dalam perayaan itu terlalu banyak perbuatan maksiat demi kesenangan duniawi saja. Untuk itu, kamu sebagai orang muslim yang beriman kepada Allah SWT dan Rasul-Nya Muhammad SAW. Tentu kamu akan meninggalkan perbuatan yang satu ini dan tidak ikut dalam kenikmatan dunia yang hanya bersifat fana. Sayangilah diri kamu, jangan biarkan ikut terlarut dalam lembah kemaksiatan. Wallahua’lam.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel