Hikmah Pernikahan

Nikah adalah Sunnah para Rasul, maka janganlah sekali kita menghindarinya, apalagi dalam hidup kita sudah berniat untuk tidak Menikah, karena hal tersebut akan menjerumuskan kita kedalam kehinaan dn termasuk golongan orang yg Menyelisihi Sunnah. Berikut akan kami bahas tentang hikmah pernikahan.

Hikmah Pernikahan


Barang siapa yg sudah mampu di antara kalian untuk menikah, maka segerakanlah menikah. Karena Baginda Nabi Muhammad SAW memerintahkan kita demikian.

Dari Abdullah bin Mas’ud Radhiyallahu Anhu mengatakan: “Kami bersama Nabi SAW sebagai pemuda yg tidak mempunyai sesuatu, lalu Beliau bersabda kepada kami:
"Wahai para pemuda, barangsiapa di antara kalian yg mampu menikah, maka menikahlah. Karena menikah lebih dapat menahan pandngan dn lebih memelihara kemaluan. Dn barangsiapa yg tidak mampu, maka hendaklah ia berpuasa, karena puasa dapat menekan syahwatnya (sebagai tameng)".[Hadist Riwayat. Al-Bukhari (no. 5066) kitab An-Nikaah [Hadist Riwayat.Muslim (no.1402) dn At-Tirmidzi (no.1087)

Mampu dalam hadits ini memiliki dua makna, mampu berjima’ dn mampu memikul beban pasca nikah.” Namun janganlah ragu akan beban nafkah setelah Nikah karena jika menikahnya seseorang itu bertujuan ingin menjaga kesucian diri maka Allah SWT akan menolong hamba-hambanya setelah menikah, hal ini sesuai penjelasan-penjelasan yg akan dibahas dibawah ini.

Dari Abu Ayyub RadhiyAllahu Anhu, ia menuturkan bahwa Rasulullah SAW bersabda:
“Ada 4 perkara yg termasuk Sunnah para Rasul yaitu rasa malu, memakai wewangian, bersiwak, dn menikah".[Hadist Riwayat At-Tirmidzi]

Pernikahan adalah cara dn sarana terpenting untuk memelihara manusia agar tidak terjatuh ke dalam perkara yg diharamkan Allah, seperti zina, liwath (homoseksual) dn selainnya.

Dari Abu Hurairah RadhiyAllahu Anhu, bahwa Rasulullah SAW bersabda:
“Ada 3 golongan yg pasti akan ditolong oleh Allah SWT yaitu seorang budak yg ingin menebus dirinya dengan mencicil kepada tuannya, orang yg menikah karena ingin memelihara kesucian, dn pejuang di jalan Allah. [Hadist Riwayat At-Tirmidzi(no.1352) kitab An-Nikaah dn Ibnu Majah (no.1512)

Dari A'isyah RadhiAllahu 'Anha Rasulullah SAW bersabda: “Nikah itu sunnahku, barangsiapa yg tidak suka, bukan golonganku!”.(HADIST RIWAYAT. Ibnu Majah)

MENIKAHLAH AGAR HIDUPMU TENANG

Bagi seorang Muslim apabila bisa mewujudkan sebuah keluarga SAMAWA (Sakinah Mawadah wa Rahmah) adalah sebuah prestasi besar dalam hidupnya. Betapa tidak karena berawal dari keluarga SAMARA itulah Keridhaan Allah SWT akan datang selama dia ikhlas dalam membina mahligai rumah tangga bersama pasangan hidupnya.

MENIKAH DaN PERBANYAKLAH ANAK

Rasulullah SAW menganjurkan kita dalam banyak hadits agar menikah dn memperbanyak  keturunan, untuk memperbanyak jumlah atau kuantitas umat Islam.

Dari Anas bin Malik RA bahwa Rasulullah SAW bersabda: "Nikahilah wanita yg banyak anak, karena Aku berlomba dengan nabi lain pada hari kiamat." (Hadist Riwayat Ahmad).

Kenapa harus memiliki banyak anak, karena anak dapat memasukkan bapak dn ibunya ke dalam Surga.
Dalam sebuah Hadits Qudsi Rasulullah SAW bersabda:
“Di perintahkan kepada anak-anak di Surga: ‘Masuklah ke dalam Surga.’ Mereka menjawab: ‘Wahai Rabb-ku, (kami tidak masuk) hingga bapak dn ibu kami masuk (terlebih dahulu).’ Ketika mereka (bapak dn ibu) datang, maka Allah Azza wa Jalla berfirman kepada mereka: ‘Aku tidak melihat mereka terhalang. Masuklah kalian ke dalam Surga.’ Mereka mengatakan: ‘Wahai Rabb-ku, bapak dn ibu kami?’ Allah berfirman: ‘Masuklah ke dalam Surga bersama orang tua kalian".[Hadist Riwayat Ahmad].

NIKAHILAH WANITA YG SUBUR DaN PENYAYanG

Anas Ibnu Malik RodliyAllahu ‘Anhu berkata: "Rasulullah SAW memerintahkan kami untuk berkeluarga dn sangat melarang kami membujang”. Beliau bersabda, “Nikahilah perempuan yg subur dn penyayg sebab dengan jumlahmu yg banyak aku akan berbangga dihadapan para Nabi pada hari kiamat. (Hadist Riwayat Ahmad)

Rasulullah SAW bersabda:
"Kawinlah dengan wanita yg mencintaimu dn yg mampu beranak. Sesungguhnya aku akan membanggakan kamu sebagai umat yg terbanyak". (Hadist Riwayat Abu Dawud)

Dari Ma’qil bin Yasar RadhiyAllahu Anhu berkata: “Seseorang datang kepada Nabi SAW lalu mengatakan: ‘Aku mendapatkan seorang wanita (dalam satu riwayat lain (disebutkan), ‘memiliki kedudukan dn kecantikan’), tetapi ia tidak dapat melahirkan anak (mandul); apakah aku boleh menikahinya?’ Beliau menjawab: ‘Tidak.’ Kemudian dia datang kepada beliau untuk kedua kalinya, tapi beliau melarangnya. Kemudian dia datang kepada beliau untuk ketiga kalinya, maka beliau bersabda: ‘Nikahilah wanita yg berbelas kasih lagi banyak anak, karena aku akan membangga-banggakan jumlah kalian kepada umat-umat yg lain".[Hadist Riwayat. Abu Dawud (no. 2050) kitab an-Nikaah.

FADHILAH DaN HIKMAH meNIKAH

1. Jima' Suami Isteri adalah Sedekah

Saudaraku, berjima'-lah dengan isterimu agar mendapatkan anak keturunan, maka engkau mendapatkan pahala.

Abu Dzarr RadhiyAllahu Anhu, bahwa sejumlah Sahabat Nabi SAW berkata kepada beliau: “Wahai Rasulullah, orang-orang kaya telah mendapatkan banyak pahala. Mereka melaksanakan shalat sebagaimana kami shalat, mereka berpuasa sebagaimana kami puasa, dn mereka dapat bershadaqoh dengan kelebihan harta mereka.”

Beliau bersabda: “Bukankah Allah telah menjadikan untuk kalian apa yg dapat kalian shodaqohkan. Setiap tasbih adalah shadaqoh, setiap takbir adalah shadaqoh, setiap tahmid adalah shadaqoh, setiap tahlil adalah shadaqoh, menyuruh kepada yg ma’ruf adalah shadaqoh, mencegah dari yg munkar adalah shadaqoh, dn persetubuhan salah seorang dari kalian (dengan isterinya) adalah shadaqoh.”

Mereka bertanya: “Wahai Rasulullah, apakah salah seorang dari kami yg melampiaskan syahwatnya akan mendapatkan pahala?”

Beliau bersabda: “Bagaimana pendapat kalian seandainya dia melampiaskan syahwatnya kepada hal yg haram, apakah dia mendapatkan dosa? Maka demikian pula jika ia melampiaskannya kepada hal yg halal, maka dia mendapatkan pahala".[Hadist Riwayat Muslim]

2. Nikah akan Mendatangkan Kekayaan dn Pertolongan Allah SWT

Allah SWT berfirman:
“Dn nikahkanlah orang-orang yg sendiri (bujangan) di antara kalian dn orang-orang sholih diantara para hamba sahayamu yg laki-laki dn perempuan. Jika mereka dalam keadaan miskin, Allah-lah yg akan menjadikan kaya dengan karunia-Ny".[QUR’AN SURAH.An-Nur (24): 32]

Allah SWT berfirman:
“Bagi kalian Allah menciptakan pasangan-pasangan (istri-istri) dari jenis kalian sendiri, kemudian dari istri-istri kalian itu Dia ciptakan bagi kalian anak cucu keturunan, dn kepada kalian Dia berikan rezeki yg baik-baik".[QUR’AN SURAH An Nahl (16):72].

Dari Aisyah RadhiAllahu Anha, Rasulullah SholAllahu A'laihi wa Sallam bersabda: “Nikahilah olehmu kaum wanita itu, maka sesungguhnya mereka akan mendatangkan harta (rezeki) bagi kamu".(Hadist Riwayat Hakim dn Abu Dawud).

3. Orang Yg Tidak Menikah Hidupnya Akan Terhina

Rasulullah bersabda:”Seburuk-buruk kalian, adalah yg tidak menikah, dn sehina-hina mayat kalian, adalah yg tidak menikah“. (Hadist Riwayat Bukhari)

4. Wanita Yg Baik Untuk Laki-laki Yg Baik Pula

Allah SWT berfirman:
“Wanita yg baik adalah untuk lelaki yg baik. Lelaki yg baik untuk wanita yg baik pula (begitu pula sebaliknya). Bagi mereka ampunan dn rezeki yg melimpah (yaitu:Surga)” [QUR’AN SURAH. An Nuur (24):26].

TIDAK MENIKAH BERARTI MENYELISIHI SUNNAH

Apabila ada seseorang diantara kita yg sudah mampu untuk menikah namun tidak menikah maka dia termasuk golongan orang yg "menyelisihi Sunnah" Nabi SAW meskipun  memanfaatkan seluruh waktu dalam hidupnya untuk beribadah.

Dari Anas bin Malik RadhiyAllahu Anhu berkata: Ada tiga orang yg datang ke rumah isteri-isteri Nabi SAW untuk bertanya tentang ibadah Nabi SAW. Ketika mereka diberi kabar, mereka seakan-akan merasa tidak berarti. Mereka mengatakan: “Apa artinya kita dibandingkan Nabi SAW, padahal Allah telah mengampuni dosa-dosanya yg telah lalu dn terkemudian?” Salah seorang dari mereka berkata: “Aku akan shalat malam selamanya.” Orang kedua mengatakan: “Aku akan berpuasa sepanjang masa dn tidak akan pernah berbuka.” Orang ketiga mengatakan: “Aku akan menjauhi wanita dn tidak akan menikah selamanya.” Kemudian Rasulullah SAW datang lalu bertanya: “Apakah kalian yg mengatakan demikian dn demikian? Demi Allah, sesungguhnya aku lebih takut kepada Allah dn lebih bertakwa daripada kalian, tetapi aku berpuasa dn berbuka, shalat dn tidur, serta menikahi wanita. Barangsiapa yg membenci Sunnah-ku, maka ia bukan termasuk golonganku".[Hadist Riwayat. Al-Bukhari (no. 5063) kitab an-Nikaah, Muslim (no. 1401) An-Nasa-i (no. 3217) Ahmad (no. 13122).

BAGI YG TIDAK MAMPU MENIKAH

Bagi siapa yg tidak mempunyai harta; apakah dianjurkan untuk meminjam lalu menikah? Mengenai hal ini diperselisihkan dalam madzhab Imam Ahmad dn selainnya.

Allah Subhanahu wa SWT berfirman:
“Dn orang-orang yg tidak mampu kawin hendaklah menjaga kesucian (diri)nya, sehingga Allah menjadikan mereka mampu dengan karunia-Nya”.[QUR’AN SURAH.An-Nuur: 33].

PEDOMAN DN KRITERIA WANITA UNTUK DIJADIKAN ISTERI

Dari Abu Hurirah Radliyalloohu ‘Anhu bahwa Nabi Shallalloohu ‘Alaihi wa Salllam bersabda: "Perempuan itu dinikahi karena 4 (empat hal), yaitu: harta, keturunan, kecantikan, dn agamanya, Dapatkanlah wanita yg taat beragama, engkau akan berbahagia.”(Muttafaq Alaihi dn Imam Lima).

Demikianlah saudara-saudaraku sekalian, sedikit keterangan mengenai "Nikah" yg sangat dianjurkan oleh Allah dn Rasullullah SAW.

Semoga kita semua akan dimudah-mudahkan oleh Allah SWT dalam hal mendapatkan pasangan hidup. Dn semoga pula kita dikaruniai Keluarga yg Sakinah Mawadah wa Rohmah yg senantiasa dipenuhi Keridhaan dari Allah SWT sehingga kita bisa memliki banyak anak keturunan yg beriman dn bertaqwa kepada-Nya dn bisa menghantarkan kita memasuki Surga.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel